Sabtu, 28 November 2009

Bakteri Mars Ditemukan di Meteorit Kuno


Ilmuwan menemukan fosil bakteri dalam sebuah meteorit kuno yang jatuh ke bumi dan menunjukkan pernah ada kehidupan di Mars 3,5 miliar tahun lalu.

Fosil mereka ditemukan di dalam batu yang keluar dari Mars 16 juta tahun lalu ketika sistem solar sedang terbentuk.

"Bakteri Mars tiba di bumi dalam sebuah meteorit yang jatuh ke antartika 13.000 tahun lalu," NASA percaya.

Meterorit yang dinamakan Allen Hills 84001 jadi berita utama di 1996 setelah ditemukan fosil di dalam nya. Para ilmuwan percaya bahwa bakteri yang menyusup ke dalam batu tersebut berasal di bumi.

Tetapi laporan NASA menyebutkan bahwa ada bukti kuat bakteri itu asli Mars, seperti yang dikutip dari Sun.

Editor UK Astronomy Now Dr Emily Baldwin mengatakan, "Banyak ilmuwan berargumen bahwa apa yang terlihat sebagai fosil di dalam meteorit tersebut disebabkan oleh ledakan, selayaknya dampak asteroid yang melempar batuan keluar Mars."

Tim NASA juga membuktikan bahwa ledakan tersebut tidak bisa terjadi dengan sendirinya.

"Jika mampu keluar dari wilayah Mars, makhluk hidup biologis tersebut tidak hidup sebelum 13000 tahun sebelum meteorit tersebut mendarat di Bumi, ini punya dampak terhadap pemahaman kita bagaimana kehidupan terbentuk dalam sistem solar," tambah NASA.

Studi NASA yang dipimpin Kathie Thomas Keprta menemukan piringan karbon dan magnet kecil di dalam batu meteorit tersebut. Para ilmuwan meneliti dengan menggunakan mikroskop elektron resolusi tinggi yang tidak tersedia 13 tahun lalu.

Mereka menyimpulkan bahwa, "bahan kimia yang tidak biasa dan bentuk fisik di dalam meteorit terkait erat dengan piringan karbon tersebut."

Oleh karena itu ada bukti bahwa ada air di Mars 3,5 miliar tahun yang lalu.

Ilmuwan Bangkitkan Gadis Paling Cantik


Setelah 1.500 tahun terkubur dalam keadaan hidup, ilmuwan berhasil membangkitkan kembali gadis muda berumur 16 tahun yang dikenali sebagai pelayan Raja Gaya.

Penampilannya yang mungil dan langsing membuat dirinya sebagai yang paling cantik pada era itu. Dan dengan menggunakan teknologi yang canggih, arkeolog Korea Selatan telah mampu mecnciptakan kembali replika bagaimana gadis muda tersebut terlihat sebagaimana aslinya 1.500 tahun yang lalu, ini adalah pencapaian pertama di negeri tersebut.

Model lingkungan yang dipercaya sebagai tempat gadis 16 tahun tersebut tinggal adalah sebuah keluarga yang berkuasa pada abad ke-enam Kerajaan Gaya (42-562 Masehi).

Tampilan gambar komputer gadis 16 tahun tersebut yang hidup 1500 tahun yang lalu beserta lingkungannya dipamerkan di Korea Selatan.

Potongan kelima dari tulang gadis tersebut digunakan sebagai poin awal mula dan ditambahkan otot dan kulit. "Kami telah menggali tulang manusia di banyak tempat dan ini adalah pertama kalinya kami berhasil membuat model dalam skala utuh," ujar Kang Soon-Hyung Direktur Institut Riset Peningalan Budaya Gaya Nasional.

Bagaimanapun kecantikannya tidak mampu menyelamatkannya dari takdir mengerikan bahwa dia dikuburkan bersama dengan tuannya yang telah meninggal terlebih dahulu.

Sering terjadi di budaya Gaya dalam prosesi penguburan orang yang telah meninggal digabungkan dengan orang yang masih hidup.

Proyek ini ditangani oleh ahli patung anatomi Kim Byung-Ha dan CELL, perseroan yang biasa menangani kostum dan penampilan dalam bisnis

perfilman.

Gadis itu dikubur juga bersamaan dengan empat orang lainnya yang digali dalam proyek pencarian tiga tahun lalu. Gadis itu memiliki tulang rahang yang pendek sehingga penampilan wajahnya agak lebar tetapi dengan leher yang panjang. Lengan gadis tersebut juga pendek namun jari-jarinya panjang.

Pinggangnya sebesar 53,75cm dan dari hasil pemeriksaan tulang, ilmuwan menyimpulka bahwa dia seringkali berlutut pada lututnya.

Hantu Saturnus Menari di Ruang Angkasa


Video pertama yang menunjukkan aurora di atas garis lintang utara Saturnus yang dikenal dengan cahaya utara di tata surya melakukan tarian hantu di atas planet bercincin.

Video terbaru ini menunjukkan perubahan aurora Saturnus setiap beberapa menit, dalam resolusi tinggi tiga dimensi. Gambar-gambar itu memperlihatkan profil aurora vertikal yang sebelumnya tidak terlihat, bergelombang seperti sebuah tirai panjang.

Tirai ini mencapai lebih dari 1.200 kilometer di tepi atas belahan planet bagian utara. Aurora terjadi di Bumi, Jupiter, Saturnus, dan beberapa planet-planet lain. Gambar baru ini akan membantu para ilmuwan dalam memahami lebih baik bagaimana proses dihasilkan.

"Aurora ini telah mempertontonkan pertunjukan yang memukau, pergeseran bentuk dengan cepat dan tirai memperlihatkan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan di sana dan belum terlihat di Saturnus sebelumnya," kata Andrew Ingersoll dari Institut Technologi California di Pasadena.

Aurora muncul terutama di lintang tinggi dekat kutub magnet planet. Ketika partikel-partikel bermuatan dari Magnetosfer (gelembung magnetik yang mengelilingi planet), berpindah kebagian atas atmosfer planet menciptakan suasana yang bersinar.

"Tinggi tirai di Saturnus memperlihatkan perbedaan kunci antara atmosfer Saturnus dan atmosfer bumi," kata Ingersoll.

Kamis, 26 November 2009

Ini Dia Tempat Terindah Melihat Bintang


Taman Galloway di selatan Skotlandia telah lama terkenal karena pemandangan yang spektakular dan disebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk melihat gugusan bintang.

Tempat ini merupakan yang pertama di daratan Inggris Raya dan Eropa yang disematkan penghargaan bertitel “Taman Angkasa Gelap,” satu dari empat yang tersebar di dunia.

Penghargaan tersebut dipersembahkan oleh Interational Dark Sky Association (IDA), yang menilai bahwa kualitas langit malam hari di area tersebut, minim polusi cahaya. Kualitas kegelapan langit mempengaruhi penglihatan terhadap Bimasakti dan Andromeda di galaksi yang jauh.

Martin Morgan-Taylor, anggota dewan IDA mengatakan, "tujuan menciptakan taman itu untuk restorasi langit gelap dan pelestarian yang ideal.Kualitas langit seperti ini perlahan menghilang. Hanya ada kurang dari 10 persen orang di Inggris Raya yang dapat melihat Bimasakti dari tempat tinggalnya.”

Kualitas taman itu diukur menggunakan sebuah pengukur kualitas langit. Sebagai gambaran, ruang gelap yang digunakan fotografer berukuran 24, sementara Taman hutan Galloway memiliki ukuran 23 dalam alat pengukur kualitas langit.

Taman yang ditemukan pada tahun 1947 dengan luas 480 klometer persegi mampu memperlihatkan 7.000 bintang berkilau pada saat langit malam sedang bagus, Komisi kehutanan Skotlandia mengatakan.

Polusi cahaya sangat minim karena bangunan yang ada di pinggiran taman sangat dibatasi.

Menteri Lingkungan Hidup Skotlandia, Roseanna Cunningham mengatakan, “semua

yang terlibat dalam proyek inovatif ini pasti sangat senang dan saya turut

bahagia untuk mereka, dan untuk Skotlandia.”

Inilah Argumentasi Kiamat 2012


Ketakutan kiamat akan terjadi pada 2012 telah merasuki seluruh dunia. Lalu dari mana kekhawatiran kiamat itu, dan landasan sains apa yang mendukung teori itu?

Teori bumi akan kiamat 2012 banyak dipengaruhi oleh legenda suku Maya yang dimulai pada 3.114 SM. Bangsa Maya membuat kalender 'hitungan panjang' yang berlangsung selama 5.125 tahun dan akan habis pada pada 21 Desember 2012 atau tiga tahun dari sekarang yang berarti akhir dari bumi.

Cerita legenda kiamat Maya itu bukan cerita baru. Pada 1960-an, seorang sarjana menulis sebuah buku berdasarkan ramalan bangsa Maya itu, bahwa Armageddon akan datang ketika kalender itu habis dan lahir gerakan baru.

Beberapa suku di Guatemala, masih menggunakan kalender hitungan panjang itu. Orang yang percaya kiamat mengatakan, bahwa bangsa Maya tahu sesuatu yang besar akan terjadi pada 2012.

Teori kiamat akan terjadi pada 2012 juga berhubungan dengan tabrakan antar planet. Banyak orang percaya, NASA menyembunyikan informasi sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak bumi. Teori tabrakan itu berdasarkan klaim akan munculnya planet Nibiru yang seharusnya ditemukan bangsa Sumeria dan akan menabrak bumi.

Bencana tabrakan planet itu awalnya diprediksi akan terjadi pada Mei 2003. Namun karena pada tanggal itu tidak terjadi apa-apa, maka ramalan diundur menjadi Desember 2012.

Ancaman lain adalah bahaya badai matahari raksasa yang diperkirakan puncaknya pada 2012. Aktivitas badai matahari ini memiliki sebuah siklus, dengan puncak kira-kira setiap 11 tahun.

Saat mencapai puncaknya, jilatan api matahari dapat menyebabkan gangguan komunikasi satelit, meskipun insinyur telah belajar bagaimana membangun perangkat elektronik yang aman dari sebagian besar badai matahari namun jutaan perangkat eletronik bisa terancam rusak.

Teori kerusakan bumi lain adalah adanya pergeseran kutub. Kerak bumi disebut akan melakukan rotasi 180 derajat sekitar inti. Beberapa website menyebut adanya hubungan antara rotasi dan polaritas magnetik bumi, yang berubah tidak beraturan dengan pembalikan gaya tarik bumi setiap 400.000 tahun sekali.

Lalu apakah bumi memang sedang terancam? NASA membantah hal itu, karena pembalikan rotasi bumi tidak mungkin terjadi. Ilmuwan peneliti senior NASA Don Yeomans menyebut memang ada gerakan dari benua secara perlahan, misalnya Antartika berada di dekat khatulistiwa ratusan juta tahun yang lalu, tetapi itu tidak relevan dengan klaim kebalikan rotasi.

Selain itu NASA menegaskan pembalikan magnet juga tidak akan menyebabkan kerugian bagi kehidupan di Bumi. Selain itu pembalikan magnetik bumi juga tidak akan terjadi dalam beberapa milenium.

NASA juga menegaskan tidak ada risiko khusus yang terkait dengan badai matahari pada 2012. Puncak badai matahari berikutnya akan terjadi dalam kerangka waktu 2012-2014 tapi diperkirakan tidak akan berbeda dari siklus sebelumnya sepanjang sejarah yang sudah berlangsung.

Sementara NASA menegaskan klaim Nibiru dan cerita-cerita lain tentang planet sejenis tidak ada dasarnya. Jika Nibiru atau Planet X benar-benar sedang menuju bumi pada 2012, maka astronom bisa melacak setidaknya satu dekade terakhir, dan akan terlihat sekarang dengan mata telanjang.

Yang ada adalah Eris dan merupakan planet kerdil Pluto yang akan tetap berada di luar tata surya. Jarak terdekat planet itu sekitar 4 miliar mil. NASA menyebut bumi selalu terancam komet dan asteroid. Namun tabrakan besar sangat jarang terjadi. Terakhir, tabrakan besar terjadi 65 juta tahun lalu yang menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Astronom NASA saat ini juga sedang melakukan survei yang disebut Spaceguard Survey untuk menemukan asteroid besar jauh sebelum menabrak bumi. “Kita telah menentukan bahwa tidak ada ancaman asteroid sama besarnya dengan yang membunuh dinosaurus.

“Semua pekerjaan ini dilakukan secara terbuka dengan penemuan-penemuan diposting setiap hari di situs web NEO NASA, sehingga dapat dilihat masyarakat bahwa tidak ada bencana pada 2012,” tulis NASA.

“Tidak ada hal buruk akan terjadi pada bumi pada 2012. Planet kita telah berjalan baik selama lebih dari 4 miliar tahun, dan dapat dipercaya ilmuwan di seluruh dunia tahu tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” imbuh Don Yeomans.

Ilmuwan Perdebatkan Hobbit Indonesia


Bukti baru menyarankan Hobbit atau manusia kerdil yang ditemukan di pulau terpencil di Indonesia adalah spesies manusia baru, bukan sekedar kurcaci.

Debat mengenai makhluk yang memiliki nama ilmiah Homo Floresiensis terus berlangsung sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2003. Dengan tinggi badan yang hanya mencapai tiga kaki, makhluk tersebut hanya memiliki setengah ukuran otak manusia pada umumnya.

Banyak ilmuwan percaya bahwa makhluk tersebut bukan spesies yang terpisah. Namun dipercaya sebagai manusia periode awal yang terkena penyakit atau beradptasi terhadap kehidupan pulau 18 ribu tahun yang lalu.

Akan tetapi, penelitian menemukan tulang rahang dan tengkorak dari makhluk tersebut lebih kuat dari manusia. Hal ini memperkuat keberadaan mereka sebagai spesies yang terpisah dari manusia.

Peneliti juga menemukan jika mereka (hobbit) memiliki tulang panggul dan tulang kering yang lebih pendek. Keadaan fisik seperti itu membuat keraguan terhadap kemampuan mereka untuk bertahan di pulau, dan menampik teori kurcaci.

“Sangatlah sulit untuk percaya sebuah perubahan evolusi yang menuju ke arah pergerakan mundur,” kata Dr William Jungers dari Universitas Stony Brook, New York yang memimpin penelitian tersebut.

“Ini masuk akal jika spesies tersebut melakukan evolusi ulang terhadap tulang paha dan kakinya karena tungkai kaki belakang yang panjang akan meningkatkan cara berjalan.”

Peneliti tersebut juga berkeras jika hobbit bukan sebuah produk dari kesalahan medis yang disebut microcephaly.

“Usaha untuk menyangkal hobbit sebagai manusia patologi telah gagal membuktikan, karena diagnosa medis tentang sindrom kurcaci dan microcephaly tidak memiliki kesamaan dengan anatomi Homo Floresiensis,” kata Dr Karen Baab, salah satu penulis studi.

Penelitian ini diterbitkan di journal of Significance, majalah untuk Royal Statistical Society.

NASA Rilis Foto Spektakuler Crab Nebula


NASA telah merilis foto baru Crab Nebula. Obyek itu merupakan salah satu yang paling banyak dipelajari di langit.

Crab Nebula merupakan produk dari kolaborasi kosmik, menggabungkan data dari Chandra X-ray Observatory, Teleskop luar angkasa Hubble, dan Spitzer Space Telescope.

Foto Chandra X-ray memperlihatkan warna biru dan membantu astronom memahami partikel berenergi tinggi yang berasal dari inti bintang mati, dikenal sebagai kerdil putih.

Foto Hubble dari cahaya yang terlihat berwarna kuning dan merah serta inframerah Spitzer menampilkan warna ungu. Nebula terlihat memmperluas puing-puing awan.

Nebula itu adalah sisa dari ledakan bintang 6.000 tahun cahaya dari bumi. Menurut NASA, ledakan itu begitu kuat sehingga orang melihat percikannya pada tahun 1054.

Data sinar-X dari Chandra memberikan petunjuk yang signifikan kerja nebula, yang menghasilkan energi setara dengan 100.000 matahari.

Mengapa Balita Selalu Bertanya 'Kenapa'?


Anak kecil biasanya tidak pernah berhenti bertanya 'kenapa'. Ilmuwan mengatakan pertanyaan itu jauh dari maksud untuk membuat kesal orang tua.

Sebaliknya, anak-anak berupaya mendapatkan kebenaran dan mencari tanggapan yang lebih baik atas jawaban.

Temuan baru ini didasarkan pada dua bagian penelitian yang melibatkan anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun.

Ini menunjukkan mereka jauh lebih aktif tentang pengumpulan pengetahuan mereka dibandingkan pemikiran sebelumnya.

Ketika penjelasan sesuai dengan keinginan mereka, anak-anak kecil akan menyelidiki lebih lanjut temuannya.

"Anak-anak lebih memainkan peran aktif dalam belajar tentang dunia di sekitar mereka lebih dari jauh yang kita harapkan," kata Brandy Frazier dari University of Michigan.

Temuan baru ini diterbitkan dalam jurnal Child Development edisi bulan November/Desember tidak dapat digeneralisasi untuk semua anak karena jumlah sampel kecil.

Otak Besar Tak Selalu Pintar


Seekor serangga kecil bisa saja sepintar binatang lain yang lebih besar, para peneliti berdebat mengenai masalah itu di Journal Current Biology.

Ilmuwan menemukan dalam studi sebelumnya binatang memerlukan ukuran otak yang lebih besar karena memiliki lebih banyak kontrol. Contohnya, untuk menggerakan otot yang besar diperlukan urat saraf yang lebih besar. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan pemikiran yang lebih maju.

"Dalam otak yang lebih besar, sering kali kita tidak menemukan kompleksitas, hanya sebuah pengulangan dari sirkuit neural yang sama berulang kali. Ini mungkin menambahkan daya ingat gambar atau suara, namun tidak menambahkan tingkat kompleksitas," kata Lars Chittka, seorang profesor ekologi dan perilaku di Queen Mary, Universitas London.

Dalam kerajaan binatang, perbedaan ukuran otak ekstrim, otak paus dapat mencapai berat hampir 20 kilogram dan berisi lebih dari 200 milyar sel saraf. Sedangkan otak manusia bervariasi antara 2,75 hingga 3,2 kilogram, dengan perkiraan 85 miliar sel saraf.

Di sisi lain, otak lebah madu beratnya hanya 1 miligram dan mengandung kurang dari satu juta sel saraf.

Sementara beberapa peningkatan ukuran otak yang mempengaruhi kemampuan hewan untuk perilaku cerdas, hanya ada di wilayah otak tertentu.

Minggu, 15 November 2009

Ilmuwan Hasilkan Apel Sulit Layu


Makan apel sehari sekali sangat disarankan. Apalagi kecenderungan buah itu cepat layu berhasil dipecahkan oleh tim ilmuwan di Australia.

Selama 20 tahun, para peneliti di Queensland Primary Industries and Fisheries (QPIF), sebuah departemen yang berada di bawah pemerintah negara bagian Queensland, telah mengembangkan varietas baru dari apel yang diklaim kesegarannya dapat terjaga selama berbulan-bulan.

Disebut dengan kode nama RS103-130, varietas ini belum sepopuler jenis Golden Delicious, Pink Lady atau Braeburn. Akan tetapi para ilmuwan telah menggambarkannya sebagai " apel terbaik di dunia" berkat rasa manis, umur panjang dan daya tahannya melawan bakteri.

Apel yang berwarna merah tua itu tetap renyah sampai 14 hari, kendati disimpan dalam mangkuk buah. Dan jika disimpan dalam lemari es daya tahannya dapat mencapai empat bulan dan tetap dapat dimakan. Pemerintah Queensland mencari mitra komersial untuk mendistribusikan pasokan buah itu dan berharap untuk mulai menjualnya tahun depan.

Tim Mulherin, menteri industri Queensland,berkata, "Ini adalah varietas baru yang manis. Ia juga tahan penyakit, jadi hanya perlu sedikit, bahkan tidak memerlukan fungisida. Pengujian rasa untuk pertama kalinya telah dilakukan dan hasilnya, dari lima jenis apel, varietas ini mencetak angka tertinggi."

Varietas RS103-130 secara alami memiliki resistensi yang kuat terhadap penyakit yang dikenal sebagai titik hitam.

Penyakit yang disebabkan oleh jamur venturia inaequalis yang memiliki dampak pada dedaunan dan buah.

Genetisme apel tidak diubah, namun diproduksi secara konvensional dengan menggunakan gen dari berbagai varietas apel Asiatic floribunda Malus yang terbukti memiliki ketahanan terhadap titik hitam.

Ilmuwan Akan Wujudkan Jubah Gaib


Meskipun jubah gaib terdengar seperti khayalan, namun peneliti di London telah mendapat lampu hijau untuk mengerjakan proyek senilai US 4,9 juta mewujudkan setelan itu.

Para peneliti di Imperial College mengatakan pakaian seperti itu bisa segera jadi kenyataan. Mereka berharap bisa membuat jubah dari bahan baru yang dapat memanipulasi cahaya.

Biasanya, ketika cahaya menimpa sebuah obyek, maka akan memantul di permukaannya dan masuk ke mata dan membuat obyek terlihat.

Jubah yang tembus pandang itu terbuat dari 'materi- meta' yang bekerja dengan 'meraih terus-menerus gelombang cahaya dan membuat mereka mengalir dengan lancar di sekeliling obyek, seperti air di sungai yang mengaliri putaran tongkat.

Meletakkan jubah di atas akan membuat pemakainya tak terlihat oleh mata manusia.

Tim di Imperial College mengatakan materi-meta itu bisa memiliki berbagai aplikasi lain, termasuk membuat mikroskop super sensitif atau untuk sensor keamanan bandara yang bisa melihat sejumlah kecil bahan kimia.

Sir John Pendry pemimpin proyek yang didanai oleh Trust dan Leverhulme akan mengerjakan bersama dengan University of Southampton. "Kami telah menunjukkan Jubah Gaib optik secara teori. Tantangan besar sekarang adalah untuk membangunnya."

Vatikan Cari Tanda-tanda Alien


Vatikan telah memanggil seorang ahli untuk mempelajari kemungkinan adanya kehidupan alien dan dampaknya terhadap gereja katolik.

"Pertanyaan-pertanyaan tentang asal usul kehidupan dan apakah ada kehidupan di tempat lain sangat cocok dan layak dipertimbangkan serius," kata Pendeta Jose Gabriel Funes, astronom dan direktur Observatorium Vatikan.

Funes mempresentasikan hasil dari lima hari konferensi di mana astronom, fisikawan, ahli biologi dan ahli lainnya berkumpul untuk membahas akar dari ilmu astrobiologi, yang merupakan studi tentang asal usul kehidupan dan keberadaannya di kosmos.

Funes mengatakan kemungkinan kehidupan alien menimbulkan, "banyak filosofi dan implikasi teologis." Namun ia mengatakan bahwa pertemuan itu difokuskan untuk mencari perspektif ilmiah, dan bagaimana disiplin ilmu yang berbeda dapat digunakan untuk menyelidiki masalah ini.

Chris Impey, seorang profesor astronomi di Universitas Arizona, mengatakan bahwa Vatikan melakukan hal yang tepat dengan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

"Baik sains dan agama menempatkan hidup sebagai hasil spesial yang luas dari bagian alam semesta yang tidak ramah," katanya dalam konferensi pers. "Ada dialog penengah antara praktisi astrobiologi dan orang-orang yang berusaha untuk memahami makna keberadaan kita di alam semesta biologis."

Tiga puluh ilmuwan, dari berbagai agama yang berasal dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Swiss, Italia dan Chili menghadiri konferensi tersebut.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi isu-isu tentang “bentuk kehidupan asing di dunia lain."

Israel Pamerkan Koin dari Bait Allah


Israel untuk pertama kalinya menampilkan koleksi koin langka yang hangus terbakar dalam penghancuran Bait Allah oleh bangsa Romawi, hampir 2.000 tahun yang lalu.

Sekitar 70 koin ditemukan dalam sebuah penggalian di situs suci Yerusalem. Koin itu memberikan gambaran selintas ke masa pemberontakan Yahudi, yang pada akhirnya mengakibatkan penghancuran Kuil Yahudi kedua pada tahun 70 M, kata Hava Katz, kurator pameran.

Orang-orang Yahudi memberontak terhadap Kekaisaran Romawi dan mengambil alih Yerusalem pada tahun 66 M. Setelah mengepung Yerusalem, Roma menerobos tembok kota dan menyapu habis pemberontak, kemudian menghancurkan Bait Allah, sebuah situs yang paling suci dalam judaisme.

Koin perunggu yang ditemukan itu tersimpan dalam kotak kaca, sebagian meleleh menjadi bopeng sulit dikenali dan terkarbonasi dari api yang menghancurkan Bait Allah.

"Ini benar-benar menunjukkan dampak kehancuran Yerusalem pada abad pertama," kata Gabriela Bijovsky, ahli koin antik dari Israel Antiquities Authority. "Ini adalah contoh dramatis dari kehancuran yang sangat jelas."

"Koin terpenting yang kita miliki dari empat atau lima tahun terakhir dari zaman pemberontakan melawan tentara Romawi. Dan satu koin yang kami temukan, benar-benar dicetak sesaat sebelum kehancuran Bait Suci kedua," katanya.

Koin itu digali dari sebuah jalanan kuno di bawah Gunung Bait Suci, kata para ahli. Arkeolog harus mengais puing-puing dan mengeluarkan batu-batu besar sebelum mereka menemukan jalan menuju tumpukan koin.

Saat ini kompleks Masjid Al Aqsa berdiri di atas reruntuhan kuil. Umat Muslim merujuk situs tersebut sebagai tempat suci. Klaim yang saling bertentangan menjadikan situs tersebut salah satu isyu besar dalam konflik Israel-Palestina.

Koin tersebut merupakan bagian dari pameran di taman arkeologi Yerusalem, yang menunjukkan koleksi koin antik yang ditemukan selama tiga dekade belakangan.

Koin yang dipamerkan tidak hanya berasal dari Yerusalem. Beragam koin dari Eropa, Afrika Utara dan Persia yang ditemukan di sekitar situs suci dari berbagai periode juga ditampilkan.

"Ini menunjukkan karakter internasional dari kota," kata Katz. "Ini menunjukkan pentingnya Yerusalem bagi generasi-generasi mendatan, pentingnya Yerusalem tidak akan pernah pudar bagi umat Yahudi, Kristen dan Muslim," katanya.

Terpecahkan, Rahasia Lukisan Mona Lisa


Bagi da Vinci, Mona Lisa lebih dari sebuah lukisan namun tantangan untuk mereproduksi kehidupan nyata. Dengan menggunakan kamera khusus, peneliti berhasil mengungkap karya masterpiece itu.

Peneliti karya seni Pascal Cotte mengatakan da Vinci membuat lukisan Moan Lisa dalam beberapa lapisan. Lapisan terakhir menggunakan kaca khusus untuk meningkatkan sifat optik ilusi tiga dimensi wajahnya. Di atas itu Da Vinci melukis rincian seperti warna mata.

"Itu menjelaskan mengapa warna mata menghilang - mereka telah pudar karena reaksi kimia atau telah dibersihkan," kata Cotte.

Dia menemukan sejumlah rahasia Mona Lisa itu menggunakan kamera 240 megapiksel. Resolusi itu dapat mengukur cahaya begitu sensitif untuk melihat melalui bagian atas permukaan cat dan mengungkap lapisan di bawahnya.

Sebagai contoh, pencitraan infra-merah menunjukkan da Vinci pindah posisi jari di tangan kiri "untuk memberikan posisi yang lebih santai, konsisten pada senyumnya, " ujar Cotte.

Dia mengatakan Mona Lisa sama sekali berbeda dari 500 tahun yang lalu, ketika itu langit biru dan kulit subyek tidak menguning.

Lapisan yang mendasari wajah dicat menggunakan timah putih dan air raksa vermillion. Di atas lapisan dasar, seniman itu menambahkan lapisan kaca untuk menciptakan efek tiga dimensi.

"Saya tidak mengatakan bahwa dia berhasil dalam menghasilkan penampilan efek stereo, tetapi jika Anda ingin mencapai hal itu maka itu cara terbaik untuk melakukannya," ujar Cotte.

"Tapi sekarang terlihat sama sekali berbeda bagaimana ia melukisnya. Semua efek optik telah menghilang."

Dia mengatakan, bagi da Vinci, Mona Lisa lebih dari sebuah lukisan namun tantangan untuk mereproduksi kehidupan nyata.

Karya Cotte itu dijelaskan dalam sebuah pameran, Rahasia Mona Lisa di Museum Sains dan Industri di Manchester.

Terpecahkan, Misteri 60 Tahun Tata Surya


Pencarian planet di luar tata surya akan sedikit lebih mudah, berkat perbandingan baru dari matahari yang tampak seperti bintang.

Temuan ini telah mengungkapkan perbedaan kunci dalam bintang yang memiliki planet dan memecahkan misteri lama tentang unsur kimiawi matahari kita sendiri.

Misteri matahari berkutat pada kelimpahan unsur litium di dalam matahari. Tidak seperti kebanyakan unsur lain yang lebih ringan dari besi, lithium tidak dihasilkan dalam bintang.

Sebaliknya, diperkirakan bahwa unsur ini dihasilkan setelah Big Bang, 13,7 miliar tahun cahaya yang lalu. Kebanyakan bintang memiliki jumlah lithium yang sama, terkecuali unsur ini telah hancur dalam bintang.

Model evolusi bintang memprediksi bahwa bintang-bintang yang memiliki massa dan umur yang sama dengan matahari mempunyai tingkat lithium yang relative tinggi.

Tetapi para ahli astronomi melihat berbagai tingkat lithium matahari, yang memiliki beberapa kelimpahan lithium, sekitar 10 persen dari jumlah perkiraan untuk alam semesta yang hanya memiliki 1 persen dari kelimpahan primordial.

Karena sepertinya tidak ada jalan bagi matahari-seperti bintang-bintang untuk membakar lithium ini, para astronom yang tersisa dengan teka-teki. Di situlah Observatorium Selatan Eropa harpa spektrograf survei dari ratusan bintang datang menyelamatkan.

Seperempat dari total sampel survey HARPS mendapati matahari yang mirip bintang. Astronom Garik Israelian dan rekan-rekannya, dari Instituto de Astrofisica de Canarias di Tenerife, Spanyol menemukan bahwa mereka yang memiliki orbit sistem planet memiliki tingkat lithium yang mirip dengan matahari. Sementara untuk yang tandus, tingkat kandungannya lebih tinggi.

"Penjelasan dari teka-teki yang sudah bertahan selama 60 tahun tampak jauh lebih sederhana," kata Israelian. "Matahari kekurangan lithium karena memiliki planet."

Rabu, 11 November 2009

Satu Lagi Kandidat Planet Raksasa di Jagat Raya


Keberadaan planet-planet asing di luar tata surya makin bnayak yang terungkap seiring pengembangan teknologi pengamatan benda-benda ruang angkasa. Tak berselang lama setelah astronom NASA dan Kanada mengklaim berhasil merekam planet asing untuk pertama kalinya secara langsung, para astronom Perancis melaporkan kandidat planet baru.

Anne-Maria Lagrange dan astronom lainnya dari Observatorium Grenoble, Perancis memperkirakan objek tersebut berukuran 7 kali massa Planet Jupiter. Citra inframerah yang dipamerkan memperlihatkan sebuah titik putih di antara berkas cahaya dekat bintang Beta Pictoris yang berada 70 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya sebanding dengan 9,5 triliun kilometer). Rekaman tersebut diambil menggunakan teleskop raksasa di Observatorium Eropa Selatan (Very Large Telescope ESO).

Belum diketahui apakah objek tersebut merupakan planet atau bukan. Para astronom harus melakukan pengamatan dan pengukuran lebih lanjut untuk memastikannya. Namun, kemungkinannya besar karena berada di dalam cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang Beta Pictoris.

Cakram debu di sekitar bintang tersebut telah lama diyakini mengandung planet sejak diamati pertama kali tahun 1994. Adanya planet itulah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa cakram debu tersebut sering bergoyang.

"Secara umum, ini merupakan temuan yang menarik yang akan segera dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan karena Beta Pictoris merupakan bintang terang yang terlihat selama musim dingin,"ujar Paus Kallas, astronom dari Universitas California Berkeley yang mengetuai tim astronom penemu planet Fomalhaut b, planet pertama yang berhasil direkam kamera.

Ditemukan, Planet Terpanas di Jagad Raya


Dalam usaha perburuan planet-planet di luar tata surya kita, para peneliti menemukan planet yang dianggap paling panas. Planet bernama WASP-12b itu menyala dalam suhu 2.200 derajat Celcius, dan mengorbit bintangnya lebih cepat dan lebih dekat dibanding planet lain.

Planet tersebut mengitari bintangnya dalam sehari. Sebagai perbandingan, planet di tata surya kita yang paling cepat mengorbit Matahari adalah Merkurius, yang mengorbit Matahari sekali dalam 88 hari.

Untuk mencapai waktu orbit sedemikian cepat, planet itu berada sangat dekat dengan bintangnya, dengan jarak sekitar 3,4 juta kilometer atau hanya 2 persen dari jarak Bumi ke Matahari.

"WASP-12b adalah benda langit yang menarik karena ia memiliki waktu putar terpendek sekaligus menjadi planet terpanas," kata Don Pollacco dari Queen's University di Irlandia Utara, yang merupakan salah satu peneliti proyek SuperWASP (Super Wide Angle Search for Planets).

WASP-12b adalah planet gas, sekitar 1,5 kali massa Jupiter dan ukurannya hampir dua kali lipatnya. Planet yang mengelilingi sebuah bintang sejauh 870 tahun cahaya dari Bumi ini penting terutama karena memberi gambaran sedekat apa jarak sebuah planet dengan tanpa menjadi hancur.

"Ada batasan jarak karena semakin dekat sebuah planet terhadap bintangnya, pengaruh radiasinya makin kuat dan dalam satu titik, planet tersebut akan hancur mendidih karena panas bintangnya," ujar Pollacco. "Sebelumnya, orang-orang menduga sebagai sesuatu yang mustahil sebuah planet bisa memutari bintangnya dalam sehari dan bisa sedekat itu."

Planet ini juga sedemikian panas sehingga suhunya mirip dengan suhu beberapa bintang. Walau begitu, ia bukanlah sebuah bintang karena massanya tidak cukup besar untuk menghasilkan reaksi panasnuklir yang menjadi ciri sebuah bintang.

Masih Ada "Planet X" Setelah Pluto


Sebuah planet padat yang dilapisi es mungkin ada di orbit yang lebih jauh dari Pluto. Bisa jadi ukurannya juga lebih besar.

Mengapa baru kemungkinan? Sebab, planet tersebut belum ditemukan sejauh ini dan baru prediksi berdasarkan model komputer. Model tersebut makin menguatkan hipotesis mengenai Planet X yang pernah diajukan sejumlah pakar maupun muncul di film-film fiksi ilmiah.

"Meskipun pencarian planet-planet lain di tata surya sudah lama dilakukan, belum tentu semuanya terungkap," ujar Patryk Lykawka, peneliti dari Universitas Kobe, Jepang. Ia dan koleganya Tadashi Mukai melaporkan hasil penelitian tersebut dalam Astrophysical Journal edisi terbaru.

Jika perkiraan ini benar, objek yang terletak di kawasan Sabuk Kuiper ini secara teknis tidak disebut planet. sesuai definisi baru yang ditetepkan Himpunan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) ia disebut plutoid, atau objek bulat padat setelah Neptunus.

Objek-objek di Kuiper Belt memang memiliki karakteristik yang tidak dapat dijelaskan dengan model tata surya standar. Salah satunya, selisih jarak orbit rata-rata yang sangat jauh.

Contoh paling terkenal adalah Sedna, yang berada tiga kali lebih jauh daripada Pluto. Sedna membutuhkan 12.000 tahun untuk mengelilingi Matahari satu kali dan jarak orbitnya antara 80 hingga 100 unit astronomi (sati unit astronomi sebanding dengan jarak Bumi-Matahari).

Dari keunikan ini, model memprediksi kemungkinan objek sebesar Bumi ada di Sabuk Kuiper dengan orbit antara 100-200 unit astronomi. Namun, kemungkinannya hanya antara 30-70 persen.

"Kami masih menyisir hingga ujung tata surya, dan saya berharap banyak hal mengejutkan dari survei yang lebih mendalam," ujar Mark Sykes, direktur Institut Sains Planet-planet di Arizona menanggapi pendapat tersebut.

Ia mengatakan, pada jarak tersebut ada kemungkinan air namun dipastikan dalam kondisi beku. Meski tak mustahil ada samudera di bawah permukaannya seperti pada Titan dan Enceladus, dua bulannya Planet Saturnus.

NASA Temukan Tata Surya Baru Berisi 3 Planet


Selain berhasil memotret planet asing di luar tata surya untuk pertama kalinya, para ilmuwan NASA juga menemukan tiga planet baru yang mengelilingi satu bintang. Namun, ketiganya terlalu jauh sehingga tidak dapat direkam secara langsung.

"Setiap planet ekstrasolar terdeteksi pada jarak sangat jauh sehingga hanya dapat diketahui dari gelombang di grafik pengamatan," ujar Bruce Macintosh, pakar astrofisika dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, AS.

Trio planet itu mengorbit bintang HR 8799 yang berada di konstelasi Pegasus, 130 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,46 triliun kilometer). Bintang yang menjadi pusat tata surya itu mirip Matahari dengan ukuran 1,5 kali lebih besar.

Masing-masing planet terletak pada jarak 24, 38, dan 68 unit astronomi dari bintangnya (1 AU setara dengan 150 juta kilometer). Dua planet yang terdekat dengan bintang berukuran 10 kali massa Planet Jupiter dan yang terjauh 7 kali massa Planet Jupiter.

Planet-planet tersebut diperkirakan baru berumur 60 juta tahun sehingga bisa dikatakan sangat muda dalam standar astronomi. Bagian permukaannya masih sangat panas dengan bola-bola api yang masih sering terbentuk di atasnya. Sebagai perbandingan, Bumi telah berumur 4,5 miliar tahun.

Orbit ketiga planet termasuk berada di luar seperti Jupiter mengelilingi Matahari. Jika tata surya tersebut memiliki sifat seperti tata surya kita, ada kemungkinan planet lain di orbit lebih dalam yang berukuran lebih kecil.

"Saya kira masih besar peluangnya menemukan planet lain di sistem tata surya tersebut," ujar Macintosh. Para astronom menyatakan target berikutnya adalah mencari planet yang memiliki sifat seperti Bumi.

Penemuan tata surya seperti Matahari yang berpusat di bintang HR 8799 merupakan petunjuk untuk mencari planet seperti Bumi. Yang sering menjadi masalah adalah planet padat seperti Bumi lebih sulit dideteksi dan lebih dekat dengan bintangnya sehingga kalah dengan pancaran cahaya bintang.

Penemuan trio planet diumumkan, Kamis (13/11) bersamaan dengan publikasi foto pertama planet ekstasolar yang dimulat jurnal Science teranyar. NASA mengkalin untuk pertama kalinya memotret planet Fomalhaut b yang mengelilingi bintang bernama Fomalhaut dengan gabungan foto teleskop ruang angkasa Hubble dan sejumlah teleskop terestrial.

Foto Pertama Planet di Luar Tata Surya


Gambar pertama dari sebuah sebuah planet di luar tata surya berhasil ditangkap oleh Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Gambar tersebut (kiri) menunjukkan planet yang dikenal sebagai Fomalhaut b dan berukuran sebesar planet Jupiter.

Planet ini tertutup cakram debu yang mengelilingi bintang Fomalhaut. Keberadaan planet itu telah diketahui sejak tahun 2005 berdasarkan tarikan gravitasi di sekitarnya.

Namun, ini untuk pertama kalinya Fomalhaut b berhasil diabadikan gambarnya. Meskipun menggunakan koronograph Hubble untuk mengurangi kilauan cahaya bintang, planet itu tetap tak tertangkap oleh teleskop apabila tak berada di orbit yang luas.

Dr Paul Kalas, astronom dari University of California di Berkeley, mengaku kagum dengan penemuan yang dipimpinnya itu. "Sungguh pengalaman mengagumkan dapat mengamati planet yang tak terlihat sebelumnya."

Fomalhaut terletak sekitar 200 juta tahun cahaya dan 16 kali lebih terang cahayanya dari Matahari. Fomalhaut diperkirakan akan terbakar dalam waktu sekitar 1 miliar tahun sehingga dianggap sebagai bintang yang berusia pendek.

Sebuah Planet Asing Dekati Kiamat


Sebuah planet asing yang baru ditemukan sangat istimewa karena mengorbit bintang yang tengah sekarat. Planet semacam ini dicari-cari karena dapat membantu para astronom mempelajari proses hancurnya planet. Hal tersebut akan membuka pengetahuan baru mengenai proses terjadinya kiamat di tata surya.

Planet asing tersebut jenis palnet gas dan berukuran enam kali Planet Jupiter. Ia mengorbit bintang raksasa merah bernama HD 102272 yang berada di rasi bintang Leo, 1200 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Di bintang ini sebelumnya pernah ditemukan planet lain namun dengan jarak orbit lebih jauh.

Bintang-bintang berukuran kecil dan sedang seperti Matahari diyakini akan berangsur-angsur berubah menjadi bintang raksasa merah seiring berkurangnya emisi energi nuklir yang dilepaskannya. Begitu hidrogennya habis dilepaskan, inti bintang akan mengembang lalu mulai membakar helium. Bagian permukannya akan menggembung hingga 100 kali ukuran aslinya. Saat Matahari berubah sebesar itu, Bumi dan sejumlah planet mungkin telah hancur.

"Saat bintang-bintang raksasa merah mengembang, mereka akan melahap planet-planet terdekat," ujar Alexander Wolszczan, seorang pakar astrofisika dari Pennsylvania State University yang merekam planet baru itu dengan Hobby-Eberly Telescope di Observatorium McDonals, Texas, AS. Ia dan timnya menggunakan teknik pemantauan gejolak cahaya saat planet melakukan transit atau melintas di depan bintangnya.

Planet yang baru ditemukan hanya berjarak 0,6 AU (1 astronomical unit setara dengan jarak Matahari-Bumi). Ini merupakan jarak terdekat sebuah planet dengan bintang raksasa merah yang pernah terekam sejauh ini. Bintangnya sendiri baru 10 kali lipat ukuran Matahari dan akan terus mengembang hingga 100 kali lipat.

"Planet itu sendiri mengorbit bukan di ruang hampa melainkan gas yang dihembuskan akibat gejolak bintang. Jadi, energi untuk mengorbit terganggu gesekan atmosfernya dengan gas dan akhirnya mulai limbung bergerak spiral," jelas Wolszczan. Bagaimana akhir cerita planet tersebut, Wolszczan mengatakan mungkin belum akan terjadi dalam 100 juta tahun ke depan. Matahari sendiri membutuhkan waktu 5 miliar tahun untuk berubah menjadi bintang raksasa merah.

Mungkinkah Tanda-tanda Kiamat Itu Sudah Terlihat?


Perubahan iklim yang terjadi dewasa ini membuat negara-negara di belahan dunia ini termasuk juga Indonesia sangat rentan terhadap bencana, Kelaparan, kemiskinan dan penyakit.

Kepala Bidang Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, Dadang Hilman, MA mengungkapkan hal itu dalam suatu seminar di Medan, Minggu (21/6).

Mengutip sebuah laporan, ia mengatakan, Indonesia salah satu negara yang rentan terhadap bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti halnya pemanasan global.

Kemungkinan pemanasan global itu akan menimbulkan kekeringan dan curah hujan ekstrim yang pada gilirannya akan menimbulkan resiko bencana iklim yang lebih besar pada berbagai belahan dunia.

"Di Indonesia selama periode 2003-2005 terjadi 1.429 bencana. Sekitar 53,3 persen adalah bencana terkait dengan hidro-meteorologi. Banjir adalah bencana yang sering terjadi atau sebanyak 34 persen dan diikuti bencana longsor sebanyak 16 persen," katanya.

Pada seminar Nasional Lingkungan Hidup dengan tema Pelestarian Lingkungan Dalam Upaya Mengurangi Dampak Pemanasan Global di Universitas Negeri Medan (Unimed) itu, ia mengatakan, pemanasan global ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi.

Hal tersebut sebagai akibat peristiwa efek rumah kaca yaitu terperangkapnya radiasi matahari yang seharusnya dipancarkan kembali ke angkasa luar namun tertahan oleh lapisan akumulasi Gas Rumah Kaca di atmosfer.

Berbagai tindakan aktif untuk mencegah terjadinya perubahan iklim dan mengurangi dampak pemanasan global dapat dilakukan dengan upaya penurunan emisi GRK.

Selain itu juga telah dilakukan berbagai kebijakan seperti di bidang kehutanan dengan penanggulangan illegal logging, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi, restrukturisasi sektor kehutanan, pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan sebagainya.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2006, disebutkan bahwa kerugian global akibat perubahan iklim diperkirakan akan mencapai 4,3 triliun dolar.

"Kerugian ini akan menjadi tanggungan negara-negara berkembang dan miskin yang relatif memiliki keterbatasan adaptif akibat keterbatasan modal dan teknologi," katanya.

Kiamat Tahun 2012 Dibantah


Apolinario Chile Pixtun bosan dihujani pertanyaan mengenai kalender Maya yang memperkirakan kiamat pada 21 Desember 2012. Menurut tetua Indian Maya itu, berita tersebut tidak benar. ”Saya kembali dari Inggris tahun lalu dan mereka membuat saya muak dengan hal itu.”

Keadaan bisa bertambah buruk baginya. Bulan depan film Hollywood berjudul 2012 akan diputar di bioskop, yang memperlihatkan gempa bumi, hujan meteor, dan sebuah tsunami mencampakkan sebuah kapal induk ke Gedung Putih.

Di Universitas Cornell, Ann Martin, yang mengelola situs internet Curious? Ask an Astronomer, mengatakan, orang-orang telah ketakutan.

”Sayang sekali bahwa kita mendapatkan e-mail dari siswa-siswa SD yang mengatakan bahwa mereka terlalu muda untuk mati,” kata Martin. ”Ada juga seorang ibu dua anak kecil yang takut dia tidak akan hidup untuk melihat mereka dewasa.”

Chile Pixtun, warga Guatemala, mengatakan, teori-teori hari kiamat itu datang dari gagasan Barat, bukan Maya.

Sebuah periode waktu yang penting bagi orang Maya memang berakhir pada tanggal itu, dan orang-orang telah menemukan serangkaian penjajaran astronomis yang menyebutkan pada tahun 2012 akan ada kejadian langka bagian dari siklus setiap 25.800 tahun.

Namun, sebagian besar ahli arkeologi, astronomi, dan suku India Maya mengatakan, satu-satunya yang mungkin akan menghantam Bumi adalah hujan filsafat New Age dan kabar angin soal kiamat di internet. Dengan kata lain, hari kiamat itu tidak benar.

Ramalan kiamat tahun 2012 terdengar seperti skenario kiamat yang bermunculan dalam beberapa dekade terakhir. Namun, ”ramalan” Maya ini agak lain karena disebutkan mempunyai beberapa dasar arkeologis.

Salah satu contohnya adalah Monumen Enam. Monumen ini ditemukan di Meksiko selatan saat pembangunan jalan raya tahun 1960-an. Lapisan batu di monumen itu nyaris musnah. Sebagian besar situs itu tertutup aspal dan bagian-bagian dari batu itu telah dijarah.

Namun uniknya, ada bagian batu masih tersisa, yang mengandung padanan angka 2012. Pesan yang tertangkap pada lembar batu itu menyebutkan akan terjadi sesuatu pada tahun 2012. Perkiraan itu melibatkan Bolon Yokte, salah satu dewa Maya yang misterius yang dihubungkan dengan perang dan penciptaan. Erosi dan retakan pada batu itu membuat bagian akhir dari tulisan itu nyaris tak terbaca.

Ahli arkeologi Guillermo Bernal dari Universitas Otonomi Nasional Meksiko mengartikan bagian akhir tulisan yang sudah terkikis itu mungkin menyebutkan, ”Dia akan turun dari langit”.

Peradaban Maya mencapai puncak kejayaan dari periode tahun 300 Masehi sampai 900 Masehi. Mereka juga mengembangkan astronomi.

Kalender Hitungan Panjang milik Maya dimulai tahun 3114 sebelum Masehi. Kalender ini menandai siklus 394 tahunan sebagai Baktun. Angka 13 adalah angka penting dan sakral bagi Indian Maya. Suku ini memercayai Baktun ke-13 berakhir sekitar 21 Desember 2012.

Namun, ada yang mengatakan hal itu tidak menyimpulkan soal kiamat. ”Itu merupakan ulang tahun khusus soal penciptaan,” kata David Stuart, seorang spesialis epigrafi Maya dari Universitas Texas di Austin, AS. ”Orang Maya tidak pernah mengatakan dunia akan berakhir, tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Mereka hanya mencatat peringatan masa depan di Monumen Enam.”

Bernal mengatakan bahwa kiamat merupakan sebuah konsep ”yang sangat Barat, Kristen yang diproyeksikan kepada orang Maya”.

Namun, sebagian orang mengatakan, orang Maya mengetahui sebuah rahasia lain: poros Bumi bergoyang dan mengubah posisi bintang-bintang setiap tahun. Sekali dalam setiap setiap 25.800 tahun Matahari menjajarkan diri dengan pusat Bima Sakti. Ini sekaligus menandakan Matahari berada pada titik terendah di kaki langit. Itu akan terjadi pada 21 Desember 2012. Saat itu pula Matahari terbit di tempat yang sama dan pusat galaksi menjadi terang benderang.

Teori lain memang menyebutkan penjajaran itu atau gangguan magnetik bisa menimbulkan pergeseran kutub. Ilmuwan mengatakan, kutub-kutub mungkin bergeser satu derajat selama satu juta tahun. Namun, dikatakan juga, tak ada tanda-tanda itu akan terjadi pada tahun 2012.

2012, Matahari, dan Bosscha


Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.

Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.

Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.

Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.

Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?

Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.

Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.

Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.

Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?

Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.

Penelitian Bosscha

Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.

Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.

Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.

Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.

Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.

Kontribusi Indonesia

Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.

Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.

Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.

Ditemukan Jejak Dinosaurus 70 Juta Tahun


Beberapa ilmuwan percaya mereka telah menemukan jejak kaki dinosaurus berusia 70 juta tahun. Jejak itu merupakan pertama kali ditemukan di Selandia Baru.

Jejak tersebut tersebar di enam tempat di sebelah barat-laut Nelson di South Island, dengan sebanyak 20 jejak pada satu tempat, demikian laporan Radio New Zealand, Sabtu.

Ia mengatakan jejak kaki tersebut ditemukan di pasir pantai. Jejak kaki itu diduga segera tertutup lumpur.

"Hanya kebetulan saja bahwa semua jejak tersebut ditemukan di sana --hampir selalu jejak itu rusak. Di lingkungan yang ada angin, gelombang dan ombaknya sebenarnya sangat tak mungkin ada jejak kaki yang terpelihara di pantai," kata Browne sebagaimana dikutip Radio New Zealand.

Jejak kaki itu juga memberi tanda pertama bahwa dinosaurus pernah berkeliaran di daerah South Island.

Ahli paleontologi Selandia Baru Joan Wiffen menemukan bukti pertama bahwa dinosaurus pernah hidup di Zelandia Baru setelah menemukan tulang fosil di Hawke Bay di North Island.

Namun, tak ada tulang yang pernah ditemukan di South Island.

Pada 1975, wanita ilmuwan tersebut menemukan satu tulang fosil yang terbukti adalah bagian dari hewan bertulang belakang itu, yang pertama dikenal sebagai dinosaurus dari Selandia Baru --"theropod", hewan pemakan daging yang memiliki panjang 7 meter dan tinggi 2 meter dan berjalan dengan dua kaki.

Browne telah membuat cetakan silikon beberapa jejak kaki itu dan laporannya yang menggambarkan temuan tersebut direncanakan disiarkan di New Zealand Journal of Geology and Geophysics pekan ini.

Mengapa Gajah Memiliki Belalai ?


Ilmuwan telah mempersiapkan kebun binatang genetik untuk mengungkap bagaimana gajah memperoleh belalai dan dari mana asal usul bintik-bintik macan tutul.

Skema ini bergantung pada teknologi rangkaian DNA menyangkut pemetaan genetik dari 10 ribu spesies vertebrata akan dilakukan dan memerlukan sekitar dua tahun lagi.

Proyek “Genetik 10 ribu” akan melibatkan pengumpulan beribu spesimen binatang yang tersebar dan mengotak-otakan cetak biru DNA atau sel genetik mereka. Jika tercapai, ilmuwan dapat mengetahui bagaimana proses evolusi vertebrata dari sebuah organisme tunggal menjadi spesies hidup saat ini.

Ide tentang hal ini pertama kali dicetuskan pada bulan April 2009, dalam pertemuan ilmuwan selama tiga hari di universitas California, Santa Cruz.

Peraih Nobel bidang Genetik, Professor Sydney Brenner dari Salk Institute, San Diego, California, yang juga pemimpin penelitian mengatakan, “permasalahan biologi intelektual paling menantang abad ini adalah rekonstruksi biologis di masa lalu yang akan membuat kita paham tentang kompleksitas organisme yang berevolusi.”

“Genetik mengandung informasi dari masa lalu (fosil molekular) dan urutan dari vertebrata (sel DNA) akan menjadi sumber informasi penting.”

Teknologi pengurutan DNA yang mumpuni dengan memetakan pola kimiawi dari DNA yang membentuk kode genetik dibutuhkan sebelum pekerjaan dengan skala yang lebih besar layak dilakukan.

David Haussler dari Universitas California, Santa Cruz, yang juga salah satu arsitek proyek berucap," Tak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui bagaimana gajah mendapat belalainya, atau bagaimana macan tutul memiliki bintik-bintik. Proyek ini akan meletakkan dasar-dasar yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.”

"Perbedaan DNA yang membentuk gen binatang saat ini, memegang kunci dalam peristiwa biologis besar di masa lalu. Seperti halnya perkembangan empat bilik jantung dan arsitektur megah dari sayap, sirip dan lengan, yang disesuaikan masing-masing untuk tujuan khusus."

Kupu-kupu Akan Terbelah Jadi Dua


Para peneliti menemukan populasi kupu-kupu tropis di Ekuador mengalami fenomena luar biasa. Kupu-kupu itu punya cara untuk membelah menjadi dua spesies yang berbeda.

Kupu-kupu berjenis Heliconius cydno di bagian barat Ekuador memiliki dua variasi warna yaitu putih dan kuning (Marcus Kronforst dan Krushnamegh Kunte)

Marcus Kronforst dari Harvard University dan rekan-rekannya menemukan bahwa variasi di warna sayap pada spesies kupu-kupu Heliconius Ekuador, terikat pada preferensi perkawinan dan dapat menyebabkan perpecahan dalam spesies.

Dua varietas Heliconius cydno hidup berdampingan dan kawin satu sama lainnya. Pola kuning atau putih pada sayap dikontrol oleh satu gen yang sama.

Para peneliti yang mempelajari kupu-kupu di penangkaran menemukan bahwa mereka tidak kawin secara acak. Kupu-kupu kuning pejantan menunjukkan preferensi pasangan dari warna yang sama, sedangkan kupu-kupu putih pejantan tidak menunjukkan preferensi warna.

Para peneliti telah membandingkan situasi ini dengan kelompok kupu-kupu Heliconius di Kosta Rika, di mana hasilnya menunjukan kupu-kupu putih dan kuning yang terpisah, namun dalam kerangka spesies yang berdekatan dan menunjukkan preferensi warna kupu-kupu yang sama.

"Perbedaan halus dalam preferensi pasangan warna di Ekuador dapat menjadi langkah pertama, dalam proses yang pada akhirnya dapat menghasilkan dua spesies, seperti yang kita lihat di Kosta Rika," kata Kronforst.

"Proses ini bisa memiliki efek samping yang menyebabkan sub-populasi yang berbeda tidak lagi saling kawin," kata Kronforst. "Hal ini tampaknya menjadi proses yang baru saja dimulai oleh kupu-kupu Heliconius di Ekuador."

Penelitian ini akan diterbitkan dalam journal science.

Kepiting Lakukan Prostitusi untuk Hidup


Peneliti Australia mempublikasikan dalam dunia kepiting biola, cara terbaik untuk bertahan hidup adalah dengan cara ekstrem yaitu melakukan prostitusi.

Para peneliti dari Universitas Nasional Australia (ANU) di Canberra menemukan bahwa kepiting jantan akan membela kepiting betina habis-habisan dengan imbalan sebuah seks.

"Kenyataan bahwa ‘tetangga’ datang dan mengganggu teritorial individu lain sangat luar biasa," kata Michael Jennions, yang membantu dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.

Jennions bersama kedua rekan peneliti Richard Milner dan Patricia Backwell mengamati perilaku kepiting biola Mozambik yang tinggal di lumpur Afrika, pada bulan Oktober dan November 2008.

Kepiting biola jantan memiliki cakar raksasa untuk membela diri, tapi para peneliti ingin melihat bagaimana perilaku kepiting betina yang hanya memiliki dua cakar kecil untuk melindungi rumah mereka.

Sering kali kepiting biola betina selektif menyangkut pasangan mereka dan memilih untuk berhubungan dalam liang pejantan. Tapi para peneliti juga menemukan betina kawin dipermukaan tanah, dan 85% dari seks permukaan dilakukan dengan seorang tetangganya.

Para peneliti berspekulasi kepiting betina yang memiliki azas manfaat. Dalam kasus ini, tampaknya manfaat perlindungan, kata Jennions.

Orpha Bellwood, dosen kelautan dan biologi tropis di universitas James Cook, Townsville mengatakan dia sangat tertarik pada motivasi di balik kepiting berhubungan seks di permukaan, sebuah perilaku yang tidak biasa dan membuat mereka rentan terhadap predator.

Barter seks untuk sebuah bantuan bukannya tidak pernah terjadi di dunia hewan. Pinguin Adelie Antartika melakukan pertukaran seks atas imbalan batu yang digunakan untuk membangun sarang.

Alasan lain kepiting membantu melawan pengganggu tetangga mereka adalah untuk menjadi kawan akrab, kata Jennions. Ia mengatakan, bahkan untuk seekor kepiting peribahasa yang berlaku adalah "lebih baik setan yang dikenal daripada setan yang sama sekali tidak dikenal."

Ditemukan, Dunia Baru di Luar Galaksi


Untuk pertama kalinya, dunia baru telah ditemukan di luar galaksi kita, menurut para astronom.

Ilmuwan telah menemukan exoplanets di dalam Bima Sakti, dan kini jumlahnya telah mencapai 403 katalog sejak pertama kali ditemukan pada 1995. Yang terjauh letaknya berada sekitar 20.000 tahun cahaya.

Tapi Erin Mentuch dari Universitas Toronto, Kanada, membuat penemuan yang menelisik lebih jauh ke dalam luar angkasa.

Bintang-bintang telah meledak secara tidak beraturan dalam Bima Sakti kita sendiri, di Nebula Carina. Sekarang para ilmuwan telah menemukan bukti dari bintang-bintang baru yang membentuk sistem tata surya berjarak miliaran tahun cahaya

Mentuch menganalisi 88 galaksi terpencil menggunakan data dari Gemini Deep Survey. Cahaya itu dipancarkan ketika alam semesta berada sekitar tujuh sampai 10 miliar tahun lalu.

Galaksi terlalu terpencil untuk melihat sebuah bintang secara utuh, tetapi output cahayanya ditemukan pada dua puncak panjang gelombang yang berbeda.

Gelombang pendek kombinasi dari cahaya bintang galaksi, sementara yang lebih panjang berasal dari debu antarbintang yang menyala-nyala.

Namun, mahasiswi doktoral tersebut melihat adanya komponen ketiga yang samar diantara puncak. Cahaya misterius ini terlalu dingin untuk menghasilkan bintang-bintang, tapi terlalu hangat untuk menjadi debu.

Mentuch menyimpulkan itu kemungkinan besar disebabkan oleh cakram circumstellar yang merupakan pusaran awan debu dan gas, yang membentuk sistem tenaga surya baru di bintang yang baru terbentuk.

"Ini hasil yang paling mengejutkan yang pernah saya kerjakan," ujar pembimbing doktoral Mentuch, Roberto Abraham, yang juga bekerja sama dalam proyek ini.

Penemuan dapat menunjukkan bagaimana perubahan tingkat pembentukan planet

selama miliaran tahun dan sebagai dunia baru di luar tata surya bumi.

Mengapa Manusia Suka Hal Seram?


Berbagai film horor ternyata sukses di pasaranan. Mengapa manusia begitu menikmati sajian yang mengerikan, menjijikkan, dan mau membayar tontonan itu berkali-kali?.

Para ahli mengatakan film horor bukan hanya sebuah atraksi darah.

Orang menonton film horor belum tentu memperoleh kesenangan serupa saat menonton binatang yang disembelih di sebuah pabrik pengolahan daging.

Para peneliti mengatakan satu alasan adalah karena getaran panggilan dari perilaku mendasar terutama pada laki-laki, untuk menilai tingkat ancaman.

Tak heran jika penikmat film horor adalah remaja laki-laki berusia 15 hingga dewasa 45. tahun

"Orang-orang pergi menonton film horor karena mereka ingin menjadi takut," kata Jeffrey Goldstein, profesor psikologi sosial dan organisasional di University of Utrecht di Belanda.

Dia dan ilmuwan sosial lainnya menyatakan kita menonton film horor dengan alasan yang berbeda, menikmati naiknya adrenalin, merasa terganggu dari kehidupan duniawi, membalik norma-norma sosial, dan menikmati sesuatu yang mengerikan dari jarak yang aman.

Ahli syaraf New York University Joseph LeDoux telah memetakan neuron demi neuron menyangkut bagaimana sistem rasa takut di otak bekerja. Dia mengatakan otak manusia yang kompleks memiliki kapasitas besar untuk berpikir, penalaran, dan renungan, yang tidak bisa dilakukan oleh binatang.

Rasa takut bukan hanya reaksi biologis, tetapi emosi yang berasal dari faktor evolusi yang dalam. Sejauh ini, amigdala diyakini merespons terhadap rasa takut.

"Hal ini mungkin menjelaskan mengapa, emosi bisa terangsang, sangat sulit bagi kita untuk menonaktifkan," katanya.

“Jika kita menyukai hal semacam itu, maka mungkin menjelaskan mengapa kita begitu bersemangat untuk mengaktifkan kembali lagi perasaan itu,”.

Mesin Kiamat Rusak Gara-gara Burung


Large Hadron Collider (LHC) mengalami masalah besar setelah akselerator partikel besarnya patah akibat sepotong roti yang dijatuhkan oleh burung yang lewat.

LHC sepanjang 27 kilometer itu mengalami panas serius di beberapa bagian, setelah sepotong baguette kecil mendarat di sebuah peralatan di permukaan atas cincin akselerator.

Dr Mike Lamont, Koordinator LHC mengatakan roti dalam jumlah kecil diyakini telah dijatuhkan oleh burung dan menyebabkan magnet superkonduksi memanas dari -271.1C menjadi -265C mendekati berhenti sebagai superkonduktor.

Secara teori, jika LHC beroperasi secara penuh bisa menyebabkan bencana seperti yang terjadi tidak lama setelah pertama kali diaktifkan pada tahun lalu. Namun, mesin itu memiliki beberapa pengaman sehaingga akan mati sebelum suhu naik terlalu tinggi.

Peristiwa itu memaksa mesin berhenti bekerja selama beberapa hari, tapi tidak seperti kerusakan setahun penuh yang lalu.

LHC baru menjalani tes menembak. Penabrakan partikel secara penuh baru dijadwalkan akan dimulai lagi bulan ini.

Saat beroperasi penuh, dua berkas proton dan ion melaju di sekitar lingkaran besar pada sepersekian persen di bawah kecepatan cahaya dengan energi seperti kereta Eurostar dengan kecepatan penuh, menurut situs CERN.

Ini adalah energi yang sangat besar dan menghancurkan pada waktu lalu dan menyebabkan tumpahan besar helium cair dan melemparkan dua magnet 10 ton dari tempatnya.

Berbagai masalah itu disyukuri sebagian orang yang khawatir energinya yang besar bisa tak terkendali dan menyebabkan kerusakan luar biasa di bumi. Akibat hal itu beberapa orang menyebut LHC sebagai mesin kiamat.

Ilmuwan Bantah Mitos 2012 Akan Kiamat


Sebuah tim ilmuwan telah membongkar kepalsuan mitos ramalan Maya kuno tentang dunia yang akan berakhir pada tahun 2012.

Menurut laporan di National Geographic, mitos pertama dibantah oleh ilmuwan dengan menyebut kalender Maya tidak berakhir pada tahun 2012, dan orang Maya tidak menilai tahun itu sebagai akhir dunia.

Mitos kedua menyebut pada tahun 2012, benua akan tercerai dan menghancurkan peradaban. Dalam pandangan pendukung kiamat pada 2012, samudera yang terbelah akan membuat kota jadi laut, pohon palem didorong ke kutub, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan bencana lainnya.

Para ilmuwan menolak scenario dramatis seperti itu, dan mengatakan bahwa bukti magnetik dalam batuan mengkonfirmasi bahwa bebatuan benua telah mengalami penataan ulang secara drastis, tapi proses itu memakan waktu jutaan tahun.

Mitos ketiga menyebut pengamat langit percaya 2012 akan dekat dengan "penyelarasan galaksi", yang akan terjadi untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun.

Kejadian itu ditakutkan memaparkan bumi pada kekuatan galaksi yang tidak diketahui dan mempercepat kiamat.

"Tidak ada kesejajaran galaksi pada tahun 2012, atau setidaknya tidak ada yang luar biasa," bantah David Morrison, ilmuwan senior NASA.

Dia menjelaskan penyelarasan terjadi pada setiap musim dingin solstice, ketika matahari seperti yang terlihat dari bumi, muncul di langit dekat dengan titik tengah Bima Sakti.

Mitos keempat menyebut Planet X yang misterius alias Nibiru, sedang pada jalur tabrakan dengan bumi, atau setidaknya mengganggu arah bumi.

Dikatakan tabrakan langsung akan memusnahkan bumi. Bahkan posisi sangat dekat bisa menghujani bumi dengan asteroid mematikan.

Tapi, menurut Morrison, "Tidak ada obyek di luar sana. Itu mungkin yang paling mudah untuk diucapkan. "

Mitos kelima adalah bahwa dalam beberapa skenario bencana 2012, matahari kita sendiri adalah musuh, karena menghasilkan letusan-letusan jilatan api mematikan, dan menyalakan panas di bumi.

"Ternyata matahari tidak sesuai jadwal," kata Morrison. "Kami berharap bahwa siklus ini mungkin tidak akan mencapai puncaknya pada tahun 2012, tetapi satu atau dua tahun kemudian," tambahnya.

NASA Sembunyikan Fakta Kiamat 2012


Perdebatan tentang kebenaran kiamat 2012 terus berlanjut. Beberapa website menuduh badan antariksa AS NASA menutupi kebenaran akan kehancuran bumi itu.

Sebaliknya NASA dengan keras menentang kampanye kiamat akan terjadi pada 2012 yang ramai dibicarakan di internet. NASA mengecam tuduhan ini dengan menyebutnya sebagai “bualan internet.”

“Tidak ada fakta yang mendasari dari klaim itu,” NASA mengatakan dalam sebuah posting di situs resminya.

Jika tabrakan benar akan terjadi, astronom pasti telah mengikutinya sejak satu dekade terakhir, dan hal itu sudah terlihat sekarang,” tambah NASA.

“Ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu, bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” NASA bersikeras.

“Lagi pula planet kita baik-baik saja selama 4 miliar tahun belakangan.”

Pada awalnya, teori kiamat yang beredar mengatakan tebrakan akan terjadi pada bulan Mei 2003. Namun tidak ada yang terjadi hingga tanggal tersebut mundur ke musim dingin 2012 yang bertepatan dengan akhir siklus kalender Maya kuno.

NASA bersikukuh bahwa kalender maya tidak akan berakhir tahun 2012, dan mengatakan tidak akan ada garis khtulistiwa sejajar dalam beberapa dekade ke depan.

Meskipun ada ramalan mengenai seluruh planet yang berada dalam satu garis sejajar, namun efek hal itu tidak penting, NASA mengatakan.

Suku Maya modern di Guatemala dan Mexico juga telah bergegas untuk menepis ramalan tersebut.

Mereka melihat perkembangan kiamat 2012 sebagai campuran dari kebingungan, kesal dan marah pada apa yang dianggap sebagai distorsi Barat yang mengganggu tradisi dan keyakinan mereka.

“Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku maya di Guatemala, seperti dilansir dari The Sunday Telegraph.

Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar.

"Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti," katanya. "Ketika orang asing, atau bahkan saat beberapa orang Guatemala melihat, mereka berpikir lihatlah suku Maya, betapa baiknya, betapa cantiknya. Namun mereka tidak mengerti kita."

Ditemukan, Penyebab Rambut Keriting


Trichohyalin telah lama dikenal sebagai gen yang memiliki beberapa peranan dalam perkembangan folikel rambut. Ilmuwan Australia berhasil mengidentifikasi gen yang sangat mempengaruhi rambut keriting manusia.

Para peneliti di Queensland Institute of Medical Research (QIMR) menemukan Trichohyalin adalah gen utama yang menciptakan rambut ikal. Studi mereka muncul di edisi terbaru American Journal of Human Genetics.

Kepala Laboratorium Epidemiologi Genetik QIMR dan co-penulis dari penelitian, Profesor Nick Martin mengatakan bahwa variasi dalam gen ini menentukan tingkat kelurusan atau keikalan rambut.

Penelitian sebelumnya di Jepang, telah menemukan variasi genetik untuk rambut tebal lurus yang dominan dalam populasi Asia.

Perbedaan dalam gen EDAR dan FGFR2 telah diidentifikasi tahun lalu dan diduga menjadi bagian dari evolusi dari populasi Asia mengikuti divergensi prasejarah mereka dari Eropa.

Martin dan koleganya Dr Sarah Medland berusaha menemukan variasi sama yang menyebabkan rambut keriting orang keturunan Eropa. Diketahui bahwa 45% dari orang-orang Eropa punya rambut lurus, 40% memiliki rambut bergelombang dan 15% memiliki rambut keriting. Mereka juga menemukan sebanyak 90% kemungkinan sifat yang diturunkan.

Dalam kerja terbaru, para peneliti di laboratorium QIMR menganalisis data yang dikumpulkan dari penelitian terhadap 5000 orang kembar di Australia selama lebih dari 30 tahun.

"Kami memiliki sejumlah besar informasi tentang beragam sifat," ujar Martin.

Orang-orang kembar itu sebelumnya bertanya apakah rambut mereka lurus, bergelombang atau keriting. Kemudian laboratorium berusaha mencocokkan laporan dengan 2,5 juta polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) yang telah dipetakan pada genetisme mereka.

"Ini adalah gen yang telah dikenal selama lebih dari 20 tahun dan telah terlibat dalam produksi rambut. gen itu telah lama berada dalam selimutnya di sekitar akar rambut,” ujar Martin.

Tentara Legendaris Persia Ditemukan


Ratusan tulang dan tengkorak yang ditemukan terserak di hamparan gurun sahara bisa menjadi sebuah jawaban tentara Cambyses yang lama menghilang.

Herodotus pernah menulis tentang 50 ribu tentara yang terdiri dari orang-orang kuat yang pertama menjejakan kaki di atas padang pasir Mesir pada tahun 525 SM. Tentara tersebut tidak pernah ditemukan lagi hingga kini.

Sepasang arkeolog Italia menemukan senjata dari perunggu, gelang perak, anting-anting, dan ratusan tulang belulang manusia, dalam hamparan luas gurun Sahara. Dua orang saudara kembar Alfredo dan Angelo Castiglioni berharap bahwa mereka telah menemukan tentara Raja Persia Cambyses II yang hilang.

Menurut sejarawan Yunani Herodotus, Cambyses II dan tentaranya terkubur oleh badai pasir dahsyat di tahun 525 SM Dia menulis, "muncul angin dari selatan, kuat dan mematikan, membawa kolam pasir yang luas berputar, hingga seluruhnya menutupi tentara dan menyebabkan mereka seluruhnya menghilang."

Kini penemuan artefak ini mengarah pada misteri milenium tua. Castiglioni bersaudara mempelajari peta kuno dan berkonklusi bahwa tentara Cambyses tidak mengambil rute karavan yang dipercaya arkeolog sebelumnya.

“Sejak abad ke 19, banyak Arkeolog dan penjelajah mencari tentara tersebut sepanjang rute yang dimaksud. Mereka tidak menemukan apapun. Kami menggunakan pendekatan lain yaitu datang dari selatan,” kata Castiglioni.

“Dalam hamparan gurun liar, kami telah menemukan lokasi yang paling tepat di mana tragedi tersebut terjadi,” kata Dario Del Bufalo, salah seorang anggota tim eksplorasi dari Universitas Lecce.

Jumat, 06 November 2009

Ini Dia Temuan Sains Paling Penting


Mesin yang banyak digunakan di RS menjadi pencapaian ilmiah paling penting dari polling yang dilakukan oleh museum sains Inggris Raya, mengalahkan Apollo dan DNA.

Hampir 50.000 anggota masyarakat ikut terlibat dalam pemilihan 10 prestasi terbesar dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan engineering yang dipilih oleh kurator. Mereka memilih secara langsung di museum atau secara online.

Mesin sinar X berada di puncak polling, yang menandai usia satu abad museum London. Penemuan antibiotik penisilin berada di tempat kedua, diikuti oleh helix ganda DNA.

"Saya senang melihat perkembangan yang luar biasa dari mesin X-ray yang diakui dalam peringatan seabad museum," kata Katie Maggs, kurator rekanan Science Museum.

"X-ray secara radikal telah mengubah cara kita melihat dan memahami dunia kita, khususnya tubuh kita."

Sekretaris kebudayaan Inggris raya, Ben Bradshaw mengatakan, "Setiap kompetisi yang menghadirkan Apollo 10 melawan roket Stephenson serta DNA helix ganda dengan Model T dari Ford akan menghasilkan banyak poin pembicaraan.

"Pilihan publik atas mesin X-ray sebagai pemenang merupakan bukti ketidakpuasan serta keingintahuan kami untuk mengetahui cara kerja sesuatu."

Ditemukan, Harta Karun Dewa Cinta


Sebuah tim arkeologi asal Bulgaria telah menemukan makam dari seorang aristokrat zaman Thracian kuno, di daerah sebelah selatan kota Nova Zagora.

Tim yang dipimpin oleh arkeolog, Vaselin Ignatov menemukan kuburan seluas 12 meter persegi yang diperkirakan berasal dari antara akhir abad pertama dan awal abad kedua. Lokasinya terletak di desa Karanovo.

Lokasi pekuburan dari aristokrat Thracian berisi beberapa benda yang menarik, termasuk harta karun perak dan artefak yang ditempatkan untuk digunakan setelah ia meninggal.

Diantaranya adalah sepasang cangkir yang bergambar dewa cinta Eros serta sejumlah hiasan perak dan perunggu lainnya.

Arkeolog juga menemukan kereta dan perisai. Ekspedisi yang disebut Karanovo 2009-2010 baru saja dimulai untuk mengungkapkan penemuan baru, dan Ignatov mengharapkan lebih banyak barang berharga ditemukan lebih lanjut.

Arkeolog dari museum sejarah Nova Zagora akan melanjutkan eksplorasi mereka di lokasi makam Thracian meski musim dingin datang. Mereka membuat tempat perlindungan khusus untuk mengatasi hal ini.