Rabu, 02 Desember 2009

Mengapa Manusia Percaya Vampir?


Penulis fiksi modern memiliki banyak versi menyangkut vampir. Lalu dari mana ide itu berasal?. Jawabannya terletak pada kesenjangan antara sains dan takhayul.

Beberapa sumber secara salah melacak vampir berhubungan dengan pangeran Rumania Vlad Tepes (1431-1476) yang berjuang untuk kemerdekaan melawan Kekaisaran Ottoman.

Meskipun sebagian besar menilai metodenya brutal dan sadis, misalnya musuh-musuhnya dibunuh perlahan-lahan di tiang pancang, menenggelamkan atau membakar sampai mati, namun dalam kenyataannya mereka tidak terlalu kejam.

Teknik serupa juga digunakan oleh penguasa Abad Pertengahan untuk menyiksa dan membunuh musuh.

Menurut antropolog Paul Barber, penulis buku "Vampir, Pemakaman, dan Kematian," hampir setiap kebudayaan memiliki beberapa cerita vampir versi lokal tapi memiliki kemiripan dengan vampir Eropa.

Kepercayaan vampir berasal dari takhayul dan asumsi yang salah tentang bedah mayat.

Catatan pertama vampire, beredar di Eropa pada Abad Pertengahan.

Cerita mengikuti pola yang konsisten, kemalangan menimpa seseorang, keluarga, atau kota. Kemalangan juga berupa musim kemarau yang menyebabkan tanaman mengering atau penyakit menular.

Sebelum ilmu pengetahuan dapat menjelaskan pola cuaca dan teori kuman, maka setiap peristiwa buruk yang tidak diketahui penyebabnya secara jelas, disalahkan pada vampir.

Akibatnya, vampir menjadi satu jawaban mudah untuk pertanyaan mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik.

Penduduk desa mengumpulkan keyakinan bahwa sesuatu telah mengutuk mereka, dan menyimpulkan orang yang baru dikubur adalah yang bertanggung jawab, setelah kembali dari kuburan dengan niat jahat.

Kuburan kemudian digali dan warga desa sering menganggap proses dekomposisi biasa menjadi fenomena supranatural.

Sebagai contoh, orang awam menganggap tubuh akan segera membusuk. Tapi jika peti mati disegel dengan baik dan dimakamkan di musim dingin, pembusukan mungkin akan tertunda menjadi minggu atau bulan.

Sementara usus kembung menciptakan dekomposisi yang dapat memaksa darah naik ke mulut, sehingga terlihat seperti mayat baru-baru ini mengisap darah.

Proses ini dipahami oleh para dokter modern dan pemeriksa mayat, tapi di masa Eropa Pertengahan tanda-tanda itu sebagai petunjuk yang jelas bahwa vampir itu nyata dan ada di antara mereka.

Meskipun vampir asli sudah lama hilang, namun warisan mereka tetap ada dan vampir terus mempesona dunia. Agaknya pasak kayu, maupun ilmu tak akan pernah bisa membunuh vampir.

Stockholm Alami Bulan Paling Kelam


Ibu kota Swedia Stockholm hanya mendapat 17,5 jam sinar Matahari sepanjang November, sehingga bulan itu menjadi bulan paling kelam sejak 2000, kata beberapa petugas meteorologi.

Matahari rata-rata hanya bersinar 35 menit per hari sepanjang bulan tersebut, kata Lembaga Hidrologi dan Meteorologi Swedia (SHMI).

Selama seperempat abad belakangan, hanya pada 2000 dan 1993 memiliki bulan yang lebih gelap pada November, dengan masing-masing delapan dan sembilan jam sinar keemasan, sementara rata-rata sinar matahari pada bulan itu ialah 54 jam.

Karena awan memerangkap panas dan menghalangi langit cerah serta temperatur yang kering, November 2009 menjadi bulan November paling hangat dalam 25 tahun.

Temperatur rata-rata di Stockholm 5,6 derajat celsius, sedangkan temperatur rata-rata ialah 2,9 derajat selama 25 tahun belakangan. Hanya pada 2000, temperatur lebih hangat, yaitu 7,0 derajat.

Stockholm, salah satu ibu kota paling utara di dunia, juga memperoleh lebih sedikit sinar Matahari pada November akibat masa siang hari yang lebih pendek, dengan sekitar tujuh jam siang hari.

Sebaliknya, Swedia memiliki hari cerah panjang selama bulan musim panas, rata-rata 292 jam sinar matahari pada Juni dan 260 jam pada Juli.