Sabtu, 31 Oktober 2009

Udang Baru Tanpa Mata Ditemukan


Krustasea (udang-udangan) tanpa mata jenis baru ditemukan di goa bawah air terpanjang di dunia di Pulau Lanzarote yang masih wilayah Kepulauan Canary (kekuasaan Spanyol). Speleonectes atlantida, demikian nama hewan itu dinamai sesuai dengan tempat ditemukannya di Terowongan Atlantida, berukuran panjang 20 milimeter.

Makhluk aneh itu diduga termasuk kelompok udang purba yang dulu banyak berkeliaran di lautan Mesozoik lebih dari 200 juta tahun lalu. Makhluk tanpa tulang belakang itu termasuk ke kelompok krustasea unik yang disebut Remipedia. Jenis itu pertama kali diidentifikasi para ilmuwan tahun 1979.

Terdapat 22 jenis Remipedia yang sudah diketahui menghuni kegelapan perairan di goa-goa bawah air di seluruh dunia, mulai dari Bahama hingga barat Australia. ”Krustasea baru ini dilengkapi sengat tajam beracun yang berfungsi sebagai jarum injeksi,” ujar Stefan Koenemann dari Institute for Animal Ecology and Cell Biology University of Veterinary Medicine Hannover, Jerman.

Dongeng Hewan Itu Menjadi Kenyataan


Dongeng-dongeng tentang hewan, seperti angsa yang bertelur emas atau kura-kura yang berlomba lari dengan kelinci, memang bukan hal nyata. Cerita-cerita itu ada untuk mengajarkan nilai moral.

Meskipun begitu, penelitian yang dilakukan baru-baru ini membuktikan bahwa tidak semua dongeng itu khayalan belaka. Yang dimaksud dalam hal ini adalah kisah mengenai burung gagak yang kehausan. Dalam kisah tersebut diceritakan, sang burung kehausan, tetapi air yang di dalam gentong terlalu dangkal untuk dicapai. Agar bisa meminum air yang ada, sang burung menjatuhkan bebatuan ke dalam gentong untuk meluapkan air.

Nah, cerita di atas itu benar-benar terjadi. Sekelompok peneliti melaporkan bahwa sejenis burung gagak, yang disebut rook, ternyata menggunakan metode yang sama untuk menangkap cacing. Sebuah eksperimen untuk menguji perilaku tersebut telah dilakukan dan hasilnya dipublikasikan pada Kamis (6/8).

Eksperimen dilakukan oleh Christopher Bird dari Cambridge University beserta rekan-rekannya dengan menggunakan tabung 6 inci berisi air dan cacing. Ketika tabung didekatkan ke sekumpulan burung rook, secara spontan mereka menaruh sejumlah batu ke dalam tabung untuk menangkap cacing yang terapung.

Percobaan yang dilakukan oleh Christopher Bird tersebut mendapat komentar dari Alex Taylor dan Russell Gray dari University of Auckland, Selandia Baru. Mereka beranggapan, rook hanya mengulang apa yang dilakukan di eksperimen sebelumnya, yang kala itu mereka menjatuhkan sebuah batu untuk mendapatkan makanan yang ada di dasar tabung.

Christopher Bird menyangkal anggapan Alex dan Russell. Dia mengatakan bahwa rook menjatuhkan lebih dari satu batu untuk mengangkat cacing ke permukaan tabung. Rook lebih memilih untuk mengangkat cacing ke permukaan tabung dibanding memeriksa dasar tabung untuk memakannya.

Peneliti-peneliti yang terlibat dalam percobaan Christopher Bird juga menambahkan bahwa ada kemungkinan gagak yang diceritakan dalam dongeng-dongeng sebenarnya adalah rook. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena rook sebelumnya juga disebut gagak.

Ledakan Bone adalah Asteroid Jatuh


Pakar astronomi mengungkapkan bahwa ledakan besar yang terjadi di perairan Teluk Bone pada 8 Oktober 2009 lalu adalah akibat jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid berdiameter sekitar 10 meter ke bumi.

"Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar, di mana kecepatan jatuh meteorit tersebut sekitar 20,3 km per detik atau 73.080 km per jam," kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin di Jakarta, Selasa (27/10).

Sistem pemantau internasional untuk larangan percobaan nuklir dari 11 stasiun, ujarnya, melaporkan telah mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS dan bujur 120 BT, sekitar pukul 11.00 Wita pada 8 Oktober. Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT (trinitrotoluena) dan sinyal ledakan tersebut juga mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km.

Kebanyakan asteroid yang jatuh tidak menyebabkan kerusakan di bumi, kecuali diameternya mencapai lebih dari 25 meter. Dikatakan Djamal, berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi, obyek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 sampai 12 tahun.

Pada Kamis (8/10), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya suara ledakan di mana sejumlah saksi mata sempat melihat benda memancarkan api dan asap di udara.

Namun, informasi yang beredar simpang siur, kebanyakan mengira ledakan itu merupakan ledakan pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang melakukan latihan dari markasnya di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar.

Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, di mana di wilayah tersebut terdapat Patahan Sa`dang.

Warga lainnya menyebutkan, ledakan yang sempat menimbulkan getaran di darat tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat, tetapi ada pula warga yang telah menduga bahwa benda tersebut adalah meteorit.

Dinosaurus Lapis Baja Ditemukan


Sepasang suami istri paleontolog telah menemukan spesies baru dinosaurus yang hidup 112 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Montana. Uniknya, dinosaurus tersebut memiliki lapisan keras di kulitnya sehingga mirip kendaraan lapis baja.

Keduanya, Bill dan Kris Parsons, dari Buffalo Museum of Science, New York, menemukan tengkorak dino tersebut di lereng bukit di Montana tahun 1997. Mereka kemudian meneruskan pencarian dan penggalian hingga terkumpul fosil yang hampir lengkap, termasuk tengkorak dengan lapisan pelindungnya, potongan rusuk, tulang belakang, dan tulang kaki.

Hewan yang kemudian dinamai Tatankacephalus cooneyorum adalah sejenis ankylosaurus, dinosaurus pemakan tanaman yang tubuhnya ditutupi lapisan tulang. Lapisan itu mungkin berwarna, dan bahannya serupa kerapak kura-kura atau paruh burung.

"Mereka adalah dinosaurus besar yang berjalan dengan empat kaki dan berpelindung seperti tank Sherman," kata Bill Parsons tentang hewan yang panjangnya mencapai 4,5 hingga 6 meter itu.

Selain berlapis baja, dinosaurus ini dilengkapi juga dengan dua pasang tanduk lancip, satu di pipinya dan satu pasang lagi di sekitar matanya. Ia memiliki dua lapisan tebal di belakang kepala dan bagian yang keras di sekitar hidung.

Bill Parsons yakin, semasa hidupnya, T cooneyorum ditutupi ratusan atau ribuan keping lapisan keras, memiliki sirip keras di punggung, dan duri di bagian ekornya, serupa dengan ankylosaurus.

Untuk menghindari pemangsa, ankylosaurus mungkin merundukkan tubuhnya di tanah dan menarik kepalanya, sementara tanduk di kepalanya melindungi dari gigitan ke arah leher.

Adapun jenis yang ditemukan ini diduga merupakan jenis yang muncul setelah ankylosaurus yang lebih primitif dan ankylosaurus yang hadir kemudian dengan tanduk lebih besar dan bagian hidung lebih lengkung.

Monster Laut Inggris Lebih Garang dari T-rex


Fosil rahang dan tengkorak yang ditemukan di pantai Inggris mengungkapkan keberadaan monster laut raksasa yang mungkin lebih garang dari T-rex. Betapa tidak, panjangnya saja diperkirakan sekitar 18 meter, berbobot 15 ton, dan bisa memiliki kekuatan gigitan 4 kali kekuatan gigitan T-rex.

"Dengan rahang sepanjang 2,4 meter, mulutnya bisa membuka selebar 5 meter. Seekor T-rex layak jadi menu makan paginya," ujar pakar dinosaurus Dr Richard Forrest. Menurutnya, makhluk tersebut bisa jadi predator paling menakutkan sepanjang masa, Apalagi dengan siripnya yang lebar, ia bisa sangat lincah berenang di perairan.

Adalah pemburu fosil bernama Kevan Sheehan (62) yang menemukan fosil hewan spektakuler itu. Ia menemukan bagian pertama fosil makhluk tersebut berupa pecahan tulang tengkorak pada tahun 2002 di wilayah Charmouth, Dorset. Selama lima tahun penggalian, ia kemudian menemukan 25 pecahan tulang lainnya.

Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa fosil tulang belulang tersebut berasal dari reptil laut jenis plesiosaur. Hewan tersebut diperkirakan hidup 150 juta tahun lalu. Ukurannya yang superbesar mengerdilkan fosil plesiosaur terbesar dengan panjang 15 meter yang pernah ditemukan di Arktik. Fosil tersebut saat ini disimpan di Dorset County Dorset setelah pihak museum membayar 10.000 poundsterling kepada Kevan.

Mesin Kiamat Segera Dihidupkan Lagi


Pengoperasian Large Hadron Collider (LHC) yang juga disebut mesin kiamat dipercepat. Mesin itu telah diujicoba pertama kalinya sejak kegagalan profil tinggi tahun lalu.

Akselerator partikel berukuran besar itu, berhasil menggerakan proton dan meyelaraskan ion dalam cincin sepanjang 17 mil pada pekan lalu, dan segalanya tampak bekerja dengan benar.

Insinyur dan ilmuwan telah berhati-hati mengambil langkah baru, sejak bencana terjadi ketika dua magnet superkonduksi LHC yang besar mengalami korslet, beberapa hari setelah dinyalakan.

Masalah tersebut merusak dua magnet dari tambatannya dan menyebabkan kehilangan lebih dari satu ton helium cair yang berfungsi sebagai pendingin.

Kerusakan itu membuat akselerator terbesar yang pernah dibuat itu tidak dapat digunakan selama lebih dari setahun.

Setelah berbulan-bulan, sistem itu telah diperbaiki dan magnet didinginkan dalam suhu minus 456 derajat Fahrenheit atau lebih dingin dari ruang angkasa.

LHC dengan hati-hati diuji sebelum dijalankan untuk mencegah kegagalan serupa.

Sinar proton dan ion ditembakkan searah jarum jam melalui bagian rumah dari cincin detektor "A Large Ion Collider Experiment" (ALICE) sebelum proton ditembakkan berlawanan arah jarum jam melalui detektor LHCb.

Kalibrasi yang teramat kecil diperlukan untuk membuat agar bekerja dengan benar.

Gianluigi Arduini, wakil kepala hardware LHC mengatakan pekerjaan itu menyangkut sinkronisasi.

"Magnet yang cepat harus disetarakan untuk mempercepat sinar dan mentransfer berkas,” katanya.

Keseluruhan proses ini terjadi dalam beberapa ratus picoseconds. Satu picosecond merupakan sepersejuta dari sepersejuta detik.

Sinar uji coba akan ditembakkan dalam persentase kecil terlebih dulu, sekitar 450 juta elektron volt (eV). Akselerator pada akhirnya diharapkan akan mencapai tujuh miliar elekron volt, dengan partikel yang melaju di sekitar cincin hingga mencapai 99.9999991 persen kecepatan cahaya.

Para ilmuwan akan mempelajari dampak dari dua berkas persimpangan dan menguji satu sama lain. Mereka berharap hasilnya dapat mengungkapkan pengetahuan sifat materi dan kondisi beberapa detik setelah Big Bang.

Secara khusus, diharapkan akan mengungkap teori partikel Higgs Boson, yang dipercaya memberikan massa partikel.

Terpecahkan Misteri Senyum Mona Lisa


Apa makna dibalik senyum Mona Lisa yang penuh teka teki? Para ilmuwan percaya senyum itu berubah-ubah tergantung bagian mata mana yang melihat terlebih dahulu.

Salah satu daya tarik lukisan yang paling terkenal di dunia itu adalah bisa terlihat berseri-seri, namun kemudian berubah menjadi serius dan sinis.

Kini para ilmuwan mengklaim telah menemukan jawaban atas perubahan tersebut, yaitu mata kita yang mengirimkan sinyal acak ke otak.

Mereka percaya bahwa senyum Mona Lisa dapat terlihat tergantung pada sel di retina dan saluran apa yang digunakan gambar masuk ke dalam otak.

Sel yang berbeda di dalam mata dirancang untuk mengambil berbagai warna, kontras, latar belakang dan latar depannya.

Semua tergantung pada sel-sel apa yang menangkap gambar pertama kali dan saluran apa yang digunakan untuk menafsirkan ke otak. Saluran ini mengkodifikasikan data berdasarkan ukuran objek, kejelasan, kecerahan dan lokasi bidang visual.

"Terkadang satu saluran menang atas lainnya, dan senuyum terlihat, namun jika lainnya mengambil alih, senyum tidak akan terlihat," kata Dr Luis Martinez Otero, seorang ilmuwan syaraf dari Institute of Neuroscience di Alicante, Spanyol yang melakukan penelitian.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang alasan dibalik senyum Mona Lisa Dr Martinez Otero mempertimbangkan beragam aspek yang berbeda dari Mona Lisa.

Ia kemudian memprosesnya melalui saluran visual yang berbeda, dan menanyakan pada relawan apakah mereka melihat senyum dalam lukisan atau tidak.

Relawan cenderung melihat Mona Lisa tersenyum setelah sebelumnya mereka ditunjukkan layar gelap, dan membuat Martinez Otero berkesimpulan bahwa pada sel-sel pusat inilah senyum Mona Lisa dapat dirasakan.

Apakah Leonardo berniat untuk menabur begitu banyak kebingungan dalam otak penikmat lukisannya? Martinez Otero berpendapat. Leonardo menulis dalam salah satu buku catatannya bahwa ia berusaha untuk melukis ekspresi dinamis, karena itulah yang ia lihat di jalan."

Penelitian ini awalnya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience di Chicago. Ini bukan pertama kalinya bagi para ilmuwan untuk mendekonstruksi karya besar Leonardo da Vinci itu.

Pada tahun 2000, Margaret Livingstone, seorang ilmuwan syaraf di Harvard Medical School, menunjukkan bahwa senyum Mona Lisa lebih menonjol pada kamera daripada pusat mata.

Mega Gempa Sedang Mengintai Bumi


Sebuah studi baru menyatakan Zona Cascadia telah mendorong sebuah patahan yang paling berbahaya. Jika temuan baru ini akurat, maka gempa dahsyat akan segera terjadi.

Menurut penelitian itu, patahan terpecah di 68 mil dari pusat kota Seattle AS, dan bisa menuangkan energi seismik ke perkotaan yang padat penduduk. Gempa ini dapat merobohkan bangunan baik besar maupun kecil, dan membahayakan kehidupan jutaan orang.

Ancaman gempa bumi hanyalah sebagian dari keseharian hidup yang tinggal di Seattle AS, Vancouver dan di seluruh wilayah Puget Sound. Para ilmuwan tahu, bahwa Cascadia tinggal menunggu waktu sebelum melepaskan gempa dahsyat sebesar 9 SR.

Jika gempa besar melanda, maka getaran yang terasa akan sangat kuat namun dalam frekuensi yang rendah.

Sejak tahun 1997, Timothy Melbourne dari Central Washington University di Ellensburg telah melihat cacat Semenanjung Olympic dan memantau gempa kecil jauh di dalam perut Cascadia.

Dalam sebuah artikel yang akan diterbitkan dalam Geophysical Research Letters, ia dan koleganya James Chapman menunjukkan bahwa patahan terkunci di kedalaman 25 kilometer di bawah permukaan tanah, 9,6 kilometer lebih dalam daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Biasanya, akademisi dan tak seorang pun percaya," kata Melbourne. "Tapi ini adalah patahan dangkal. Saat terbenam, bagian timur kepalanya akan lepas dari pantai menuju ke arah Seattle dan Vancouver. Pada kedalaman 25 kilometer, gempa akan membawa langsung ke tepi barat wilayah metropolitan Seattle."

Sejauh yang diketahui ilmuwan, gempa besar berkekuatan sekitar 9,0 terjadi setiap 550 tahun atau lebih pada patahan Cascadia. Gempa terakhir terjadi pada tahun 1700, sehingga masih ada beberapa waktu sebelum gempa besar berikutnya mengguncang.

Tetapi patahan kini memiliki cukup energi untuk membuka tanah se dalam 30 kaki dalam sekejap mata.

Ilmuwan Tangkap Cahaya 13 Miliar Tahun


Para astronom berhasil menangkap cahaya dari bintang yang meledak 13 miliar tahun yang lalu, sesaat setelah kemunculan alam semesta.

Mereka menelusuri ledakan sinar gamma yang disebut GRB 090.423 untuk melihat cahaya dari bintang besar yang mati 630 juta tahun, saat Big Bang membentuk alam semesta, mereka melaporkan dalam jurnal Nature.

Dua tim yang berbeda berhasil mengukur redshift dari obyek yaitu sekitar 8,2. Redshift adalah distorsi cahaya sebagaimana ia bergerak dalam melintasi ruang dan waktu, seperti suara kereta api yang datang dan menghilang saat mendekat dan menjauh dari pendengarnya .

Pergeseran Redshift ekstrim merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat dan menampilkan terjadinya alam semesta saat usianya berkurang 5 persen, Nial Tanvir dari Universitas Britain di Leicester dan rekan melaporkan.

"Redshift sesuai untuk GRB 090423 (sinar gamma) dan berarti bahwa ledakan yang terjadi pada saat alam semesta tercipta, sekitar sembilan kali dari yang terjadi pada 630 juta tahun lalu setelah Big Bang," kata Bing Zhang dari Universitas Nevada.

"Ledakan sinar gamma adalah ledakan yang paling keras di alam semesta," tambahnya.

Kamis, 29 Oktober 2009

Terpecahkan, Misteri Atlantis



Ledakan vulkanik yang melenyapkan banyak pulau, kemungkinan menginspirasi munculnya legenda peradaban kaya raya Atlantis setelah ilmuwan menemukan bukti tsunami yang jauh hingga ratusan mil mencapai wilayah Israel pada saat ini.

Penemuan baru tentang tsunami masa lalu itu dapat memberi secercah cahaya pada potensi bencana di masa depan, kata para peneliti.

Pulau- yang berbentuk lingkaran kecil kepulauan Santorini, sekitar 120 mil (200 km) tenggara Yunani merupakan sisa-sia yang dulunya hanya satu pulau, sebelum salah satu letusan gunung berapi terbesar di dalam kehidupan manusia menghancurkannya pada Zaman Perunggu antara 1630 SM hingga 1550 SM.

Spekulasi berlimpah ruah apakah letusan Santorini menginspirasi legenda Atlantis, yang kata Plato tenggelam di laut. Meskipun cerita itu sering dianggap hanya sebagai sebuah legenda, tapi letusan kemungkinan telah melahirkan cerita mengenai kerajaan dengan peradaban Minoan yang pernah mendominasi Mediterania.

Dugaan utama yang merusak peradaban Minoan adalah tsunami raksasa yang dipicu oleh letusan. Namun efek yang tepat dari letusan serta munculnya gelombang pembunuh itu masih menjadi misteri selama beberapa dekade.

Sekarang para ilmuwan telah menemukan tsunami yang cukup kuat untuk melaju sejauh 600 mil (1.000 km) dari Santorini untuk mencapai pantai timur terjauh dari Mediterania, dan meninggalkan lapisan puing dengan tebal lebih dari satu kaki di pantai Israel.

Peneliti menggali hingga 65 kaki (20 meter) di pantai Caesarea di Israel untuk mengumpulkan tabung sedimen, sepanjang lebih dari 6 kaki (2 meter) dari dasar laut.

Peneliti Beverly Goodman, seorang ahli geologi kelautan dari Institut Interuniversity untuk Ilmu Kelautan di Eilat Israel mengatakan, dalam inti itu mereka menemukan bukti hingga hampir 16 inci sedimen kasar, tentang tanggal letusan Santorini.

Berbagai ukuran dari partikel-partikel itu menunjukkan deposit itu mungkin disebabkan oleh tsunami pada masa itu. Penemuan ini lebih tidak sengaja, catat Goodman. Mereka sebenarnya meneliti matinya pelabuhan Caesarea kuno yang masih menjadi perdebatan, disebabkan oleh apa apa, termasuk kemungkinan gempa bumi dan tsunami.

"Aku sedang menguji sisa-sisa tsunami Romawi dan Bizantium dengan mempelajari berbagai ukuran butir pasir, kerikil, batu, potongan keramik - dalam sisa-sisa itu. Aku tidak menduga bahwa sisa-sisa dari peristiwa Santorini akan terdapat dalam inti itu".

Catatan Suku Maya Kiamat 2012


Menurut kalender suku Maya, tidak ada lagi hari setelah 21 Desember 2012. Bukti-bukti ini tertuang dalam naskah batu yang ditemukan di Meksiko selatan.

Ditemukan direruntuhan saat pembangunan konstruksi jalan raya pada tahun 1960-an, batu prasasti itu hampir tidak selamat, sebagian besar situs telah menjadi jalan beraspal dan bagian-bagian prasasti telah dijarah.

Penemuan itu unik karena bagian yang tersisa, menunjukan korelasi dengan tanggal di tahun 2012. Prasasti menggambarkan sesuatu yang seharusnya terjadi pada tahun 2012, yang melibatkan Bolon Yokte, dewa bangsa Maya yang misterius dan terkait erat dengan peperangan dan penciptaan asal mula.

Guillermo Bernal, seorang arkeolog Meksiko dari National Autonomous University menafsirkan tulisan terakhir terakhir yang terkikis mungkin berkata, "Dia akan turun dari langit."

Peradaban Maya mencapai puncaknya pada 300 M hingga 900 M, dan mereka mempunyai bakat alam di bidang astronomi.

Kalender “Hitungan Panjang” dimulai pada tahun 3.114 SM dan menandai periode waktu yang memakan durasi selama 394 tahun, yang dikenal sebagai periode Baktuns. Tiga belas merupakan angka signifikan dan nomor suci untuk suku Maya, dan Baktun ke-13 berakhir sekitar 21 Desember 2012.

Tetapi beberapa orang mengatakan Maya tahu rahasia lain seperti sumbu bumi yang bergetar, mengubah sedikit susunan bintang-bintang setiap tahun. Sekalisetiap 25.800 tahun, garis-garis matahari berada dalam satu garis lurus dengan pusat galaksi Bima Sakti pada musim dingin di titik balik matahari. Ini merupakan titik terendah matahari dalam cakrawala.

Hal itu akan terjadi pada 21 Desember 2012, ketika matahari muncul di tempat yang sama dengan pusat terang galaksi. Apakah ramalan itu bukan kebetulan dan Maya meramalkan dunia kiamat pada 2012?

"Ini peringatan khusus menyangkut penciptaan," kata David Stuart, seorang spesialis dalam epigrafi Maya di University of Texas, Austin. "Suku Maya tidak pernah mengatakan dunia akan berakhir, mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi dengan sendirinya, mereka hanya merekam ulang tahun masa depan di Monumen keenam."

Sementara menurut catatan Bernal, ada prasasti lain di situs suku maya dan menyebutkan tanggal yang jauh melampaui 2012. Termasuk di dalamnya salah satu yang ditafsirkan secara kasar ke dalam tahun 4772.

Mata Buatan Bisa Tembus Tembok


Sebuah metode untuk melacak gerakan dibalik dinding atau dalam kegelapan total telah dikembangkan. Aplikasi ini sangat berguna saat krisis penyanderaan hingga untuk mengurus manula.

Teknik yang disebut Tomografi Radio Imaging (RTI), menggunakan transceiver radio nirkabel di zona yang dituju. Keduanya mengirim dan menerima sinyal radio.

Dengan menganalisis variasi kekuatan sinyal, sebuah program komputer dapat menghasilkan gambar hitam putih terhadap gerakan benda-benda. Pendekatan ini mirip dengan komputasi tomografi medis, di mana sebuah program menganalisa serangkaian pemindai X-ray untuk menghasilkan gambar organ dalam.

Joey Wilson dan Neal Patwari dari University of Utah, menguji RTI dengan 24 hingga 34 transceiver tabung. Transceiver yang digunakan sama dengan yang digunakan dalam jaringan Zigbee, yang menghubungkan termostat rumah bersamaan dan perangkat otomatis rumah atau pabrik lainnya. Sistem ini berhasil diuji di dalam dan di luar ruangan serta melalui dinding.

“Radio tomografi dapat membantu penegakan hukum dan penanganan darurat agar mereka tahu di mana harus memfokuskan perhatian," tulis Patwari dan Wilson.

Mengapa Dinosaurus Sangat Aneh?


Banyak dinosaurus yang hidup jutaan tahun yang lalu terlihat begitu aneh. Binatang itu memiliki lengan yang terlalu pendek, leher yang panjang atau duri yang menjadi penghalang dan kurang membantu dalam pertempuran.

Tapi ahli paleontologi mengatakan bahwa bagian-bagian tubuh yang tampak aneh itu dikembangkan untuk suatu alasan meskipun dalam beberapa kasus masih tidak jelas untuk apa.

"Dinosaurus bukan hanya simbol dari kepunahan, mereka benar-benar evolusioner yang sukses, makhluk inovatif," kata Curry Kristy Rogers, seorang ahli paleontologi di Macalester College, di St Paul Minn

"Mereka berevolusi di tanduk, duri, leher panjang, ekor, cakar tajam, gigi besar," kata Rogers. "Mereka melakukan semua hal ini dan mereka organisme yang sangat sukses di planet ini, dari kurun waktu 228 juta tahun yang lalu hingga 65 juta tahun yang lalu. Mereka adalah raja dan ratu bumi pada waktu itu."

Ia menjelaskan Spinosaurus adalah contoh evolusi yang terliar. Dengan panjang sekitar 60 meter, Spinosaurus adalah dinosaurus pemakan daging yang terbesar, bahkan lebih besar daripada Tyrannosaurus Rex yang menakutkan.

Ahli paleontologi bingung tentang salah satu bagian tubuh yang membedakan berupa sirip sebesar 5-kaki yang melekat pada punggung. "Saya pikir itu akan membuatnya lebih berat. Sirip itu akan membuatnya menangkap angin saat tiupan yang besar. Tidak ada manfaat baik yang bisa dipikirkan untuk sirip itu, kecuali untuk menunjukkan bahwa, 'Hei, saya bisa mengembangkan layer sebesar 5 kaki ini, serta saya sehat dan lebih besar dari anda," kata Paul C. Sereno, seorang ahli paleontologi di University of Chicago.

Dia dan ahli paleontology lainnya percaya bahwa tujuan dari sirip raksasa itu untuk membantu membangun wilayahnya dan menarik pasangan

Terungkap, Misteri 400 Tahun Shakespeare


Misteri yang bertahan selama 400 tahun tentang William Shakespeare, mungkin telah dipecahkan oleh program komputer yang dirancang untuk mendeteksi plagiatisme.

Sir Brian Vickers, ahli tentang Shakespeare dari pusat studi kajian Inggris di University of London percaya, perbandingan frasa yang digunakan dalam The Reign of king Edward III secara meyakinkan ia berkolaborasi dalam menulis drama dengan Thomas Kyd, salah satu dramawan paling populer pada zamannya.

Software yang digunakan disebut Pl@giarism dan dikembangkan oleh University of Maastricht untuk mendeteksi kecurangan siswa. Untuk mengujicoba, bahasa yang digunakan dalam Edward III dibandingkan dengan drama lain pada masa itu. Edward III diterbitkan secara anonim pada 1596, ketika Shakespeare berusia 32 tahun.

Vickers menemukan bahwa dramawan sering menggunakan pola-pola yang sama dengan pidato, yang berarti mereka memiliki sidik jari linguistik. Program itu mengidentifikasi ungkapan dari tiga kata atau lebih dalam karya penulis terkenal, dan mencarinya di drama yang kurang populer.

Dalam sebuah tes yang dilakukan, penulis yang terkenal memiliki sampai 20 kesamaan dalam penggunaan beberapa frasa. Ketika Edward III diuji terhadap karya-karya Shakespeare yang diterbitkan sebelum 1596 terdapat 200 kesamaan.

Kesamaan naskah drama Shakespeare berasal dari empat adegan, sekitar 40% dari drama itu sendiri. Dari adegan-adegan yang tersisa, terdapat sekitar 200 kesamaan dengan karya-karya Kyd, yang terkenal karena menulis The Spanish Tragedy.

Seperti yang diketahui drama itu telah mempengaruhi Shakespeare, dan menunjukkan ia menulis 60% naskah lainnya dari drama tersebut.

Ditemukan, Sidik Jari Da Vinci


Analisis multispectral dengan kamera revolusioner menemukan sebuah sidik jari Leonardo da Vinci. Sidik jari itu mengkonfirmasi keaslian karya pelukis terkenal itu.

Peter Paul Biro, seorang ahli forensik seni yang berbasis Montreal, menemukan sidik jari itu saat memeriksa lukisan dengan kamera multispectral revolusioner dari perusahaan Teknologi Lumière, laporan ini disampaikan di Antiques Trade.

Biro telah memelopori penggunaan teknologi sidik jari untuk membantu menyelesaikan sengketa otentikasi seni. Analisis multispectral bisa mengungkapkan setiap lapisan warna, dan memungkinkan campuran pigmen setiap pixel bisa teridentifikasi tanpa harus mengambil sampel fisik.

Sidik jari yang ditemukan sesuai dengan indeks dan mirip dengan salah satu karya Leonardo, Saint Jerome yang kini ada di Vatikan. Saint Jerome merupakan pekerjaan awal Leonardo saat belum mempekerjakan seorang asisten, sehingga kemungkinan besar bahwa itu adalah sidik jari miliknya.

Gambar berukuran 13 x 9 inci yang dibuat dengan kapur, pena dan tinta muncul di rumah lelang Christie New York pada tahun 1998, dikenal sebagai "German school, early 19th century,"dan terjual seharga US$19.000.

Sekarang semakin banyak ahli seni terkemuka setuju bahwa hampir pasti lukisan itu dibuat oleh Leonardo da Vinci dan diperkirakan bernilai sekitar US$ 157 juta.

Penentuan masa karbon dan analisis infra merah dari teknik konsisten pelukis berbanding lurus dengan kesimpulan itu, tetapi bukti yang paling menarik adalah fragmen dari sebuah sidik jari.Analisis karbon-14 dari naskah kulit tersebut, memberikan estimasi rentang waktu di tahun 1440 hingga 1650.

Vatikan Pamerkan Bola Surgawi


Teleskop rudimenter, bola surgawi dan naskah asli Galileo akan dipertontonkan di Museum Vatikan sebagai bagian dari pameran yang menandai 400 tahun pengamatan langit pertama oleh astronom.

Pada pengarahan sebelum memulai pameran, Monsignor Gianfranco Ravasi, pejabat kebudayaan tertinggi Vatikan menolak untuk meninjau kembali keputusan gereja abad ke-17 yang mengutuk Galileo atas penemuannya yang menyatakan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Ajaran gereja pada saat itu menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta. Namun sebaliknya, Ravasi mengatakan bahwa, perlu keberanian untuk mengakui kesalahan. "Saya tetap percaya bahwa melihat ke masa depan lebih penting."

Saat itu gereja mengutuk teori Galileo dengan alasan berbahaya bagi iman. Mereka mencoba membuatnya sebagai ketetapan aturan pada tahun 1633 dan memaksa Galileo untuk mengakui kesalahan. Ia pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, namun kemudian berubah menjadi tahanan rumah.

Peraturan tersebut memperkuat tuduhan bahwa gereja bermusuhan dengan ilmu pengetahuan, sebuah reputasi yang telah coba diubah Vatikan sejak saat itu.

Pada tahun 1992, Paus Johanes Paulus II menyatakan bahwa putusan terhadap Galileo adalah sebuah kesalahan yang dihasilkan dari "kesalahpahaman tragis."

Pameran tersebut dan inisiatif Vatikan lainnya dimaksudkan untuk menandai peringatan 400 tahun teleskop Galileo dan penetapan Tahun Internasional Astronomi oleh PBB, merupakan bagian dari upaya Vatikan dalam rehabilitasi yang berkelanjutan.

Mengapa Ada Seks?


Sejak masa Darwin, ahli biologi telah mencoba untuk memahami keuntungan reproduksi seksual. Hal itu bukan hal sepele karena ada kerugian besar dengan seks.

Tidak seperti organisme seksual, organisme aseksual tidak membutuhkan pasangan untuk bereproduksi, dapat mereproduksi secara kloning, dan dapat menghasilkan dua kali lebih banyak keturunan betina.

Jika seks tidak ada keuntungan dan kedua individu bersaing untuk mendapat sumber daya, maka aseksual akan mengambil alih hanya dalam beberapa generasi.

Selama lebih dari 20 tahun, teka-teki ini telah diteliti Curtis Lively dari Indiana Universitas beserta murid-murid dan koleganya. Uji lab menemukan dukungan bagi hipotesis bahwa seks bermanfaat dalam lingkungan yang kaya parasit.

Hipotesis Ratu Merah mengusulkan bahwa parasit virus beradaptasi untuk menginfeksi gen tertentu, dan mencegah asekual menjadi terlalu berlimpah.

Seks juga menghasilkan individu yang unik secara genetis yang dapat menghindari infeksi dan sehingga lolos dari seleksi alam.

Berdasarkan penelitian itu, perubahan genetik dalam suatu populasi diperlukan untuk mempertahankan status quo. Makhluk aseksual dapat meningkat dan turun merespon pada adaptasi parasit, sementara makhluk seksual dapat menghindari pasang surut itu.

Pada akhirnya, dinamika ini dari generasi ke generasi mencegah makhluk aseksual mengambil alih dan menjaga keseimbangan aseksual dan seksual.

Ilmuwan Temukan Laba-laba Vampir


Sekelompok ilmuwan menemukan laba-laba vampir Afrika Timur. Laba-laba ini mempesona pasangannya dengan bebauan darah.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Fiona Cross dari University of Canterbury Selandia Baru, melaporkan perilaku kawin yang tidak biasa pada laba-laba pelompat Afrika Timur di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Evarcha culicivora terkenal karena tabiatnya dalam memakan nyamuk yang telah mengkonsumsi darah hewan lain, termasuk manusia. "Tidak ada binatang lain yang dikenal memakan secara tidak langsung darah vertebrata dengan cara ini, dan ini menarik," kata Cross.

Dalam studi PNAS, tim melaporkan laba-laba uji coba biasanya menghabiskan waktu hingga 14,5 menit dengan calon pasangan potensial yang telah berpesta darah nyamuk. "Ini menunjukkan bahwa laba-laba uji coba (pemakan darah) mengaggap laba-laba lain lebih menarik," kata Cross. "Seekor calon pasangan yang telah makan darah akan terlihat lebih menggiurkan."

Laba-laba pelompat membuat takjub para peneliti, karena melalui masa pacaran sebelum kawin yang tidak lazim di dunia laba-laba. "Saya kira apa yang membuat Evarcha culicivora sangat aneh adalah bagaimana bau mangsa laba-laba membuat lebih menarik bagi lawan jenis," kata Cross.

Timnya juga akan menyelidiki apakah laba-laba yang diberi makan darah akan menghasilkan lebih banyak telur atau keturunan kuat, sebuah penjelasan evolusi mengenai sifat vampir yang menghubungkan laba-laba dengan bau darah.

"Ada banyak sekali yang perlu dipelajari dari laba-laba ini!” Cross mengatakan.

Asteroid Bone 3 Kali Bom Hiroshima


Ilmuwan AS mengatakan asteroid yang meledak di Bone Sulawesi kekuatannya tiga kali energi bom Hiroshima. Ledakan itu menghidupkan kembali pentingnya pertahanan dari benda ruang angkasa.

Pada 8 Oktober, batu luar angkasa jatuh ke atmosfer di atas Sulawesi Selatan. Ledakan itu terdengar dari monitor yang jaraknya 10.000 mil, menurut laporan ilmuwan di University of Western Ontario.

Ilmuwan khawatir kedatangan obyek itu tidak terlihat oleh teleskop dan jika lebih besar maka bisa menimbulkan malapetaka besar.

Asteroid itu diperkirakan besarnya 10 meter dan masuk atmosfer dengan kecepatan 45.000 mph. Perlambatan yang tiba-tiba menyebabkan pemanasan cepat dan ledakan dengan kekuatan setara 50.000 ton TNT.

Untungnya, karena ketinggian ledakan yang diperkirakan 15 hingga 20 km di atas permukaan laut, tidak menyebabkan kerusakan di tanah.

Namun, jika obyek sedikit lebih besar 20 hingga 30 meter bisa dengan mudah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, kata para peneliti.

Hanya sedikit benda yang lebih kecil dari 100 meter telah diamati dan masuk katalog para astronom.

Tim Spahr, direktur Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memperingatkan tak terelakkan asteroid kecil bisa masuk bumi tanpa diketahui. "Jika Anda ingin menemukan benda terkecil, maka harus membangun teleskop lebih banyak dan lebih besar. Sebuah survei menemukan obyek lebih dari 20 meter bisa menyebabkan kerusakan hingga miliaran dolar.”

Bola api ditemukan oleh penduduk setempat dan sebuah video YouTube menunjukkan awan debu yang besar konsisten dengan bola api siang hari yang cerah, menurut para peneliti Ontario.

Asteroid atau pecahan komet berukuran 60 meter yang diyakini sebagai penyebab peristiwa Tunguska yang berupa ledakan hebat di atas Rusia pada 1908. Ledakan itu diperkirakan setara dengan 10-15 juta ton TNT, cukup untuk menghancurkan sebuah kota besar.

Gedung Putih baru akan mengeluarkan kebijakan menyangkut dampak obyek ruang angkasa pada bulan Oktober tahun depan.

Rabu, 28 Oktober 2009

Kawah Meteor Gegerkan Warga Latvia


Penemuan kawah meteorit mendominasi berita utama di Latvia pada Senin (26/10). Ilmuwan menyelidiki kawah besar yang diyakini disebabkan oleh meteor dan kecewa.

Para ahli di negara Baltik bergegas ke situs itu, setelah adanya laporan obyek seperti meteorit telah jatuh pada Minggu malam di daerah Mazsalaca dekat perbatasan Estonia.

"Ini bukan kawah nyata, ini buatan," Uldis Nulle, seorang ilmuwan di Pusat Lingkungan, Geologi dan Meteorologi Latvia, mengatakan setelah memeriksa situs tersebut pada hari Senin.

Uldis sebelumnya mengatakan kesan pertama yang ia lihat adalah ada ceruk selebar 9 meter dan sedalam 3 meter yang disebabkan oleh meteorit. Dia mengatakan ada asap keluar dari lubang ketika ia tiba.

Uldis dan pakar lain yang meneliti lubang di siang hari menyatakan lubang itu terlalu rapi jika disebabkan oleh meteorit. "Ini buatan, digali oleh sekop," kata Girts Stinkulis, seorang ahli geologi di University of Latvia.

Dainis Ozols, seorang konservator alam, mengatakan dia yakin seseorang menggali lubang dan berusaha untuk membuatnya terlihat seperti sebuah kawah meteorit serta membakar beberapa senyawa piroteknik di bagian bawah. Dia menambahkan akan menganalisis beberapa sampel yang diambil dari situs.

Sigita Pildava, jubir polisi mengatakan kepolisian belum memutuskan apakah akan membuka penyelidikan terhadap penipuan itu.

Inga Vetere dari pemadam kebakaran mengatakan mereka menerima telepon tentang dugaan meteorit pada hari Minggu malam dari seorang saksi mata. Dia mengatakan unit militer dikirim ke situs dan menemukan bahwa tingkat radiasi normal.

Para ahli di luar Latvia mengatakan akan sangat luar biasa jika meteorit yang besar menghantam bumi. Planet terus menerus dibombardir dengan benda-benda dari luar angkasa, tetapi sebagian besar terbakar di atmosfer dan tidak pernah mencapai permukaan bumi.

Tahun 2007, sebuah meteorit jatuh di dekat Danau Titicaca di Peru, meninggalkan kawah selebar 12 meter dengan kedalaman 5 meter.

Asta Pellinen-Wannberg, seorang ahli meteorit di Swedia Institute of Space Research, mengatakan dia tidak mengetahui rincian insiden Latvia, tapi sebuah batu harus berdiameter minimal 1 meter untuk menciptakan sebuah lubang sebesar itu.

Formasi Awan UFO Muncul di Rumania


Sebuah piring terbang berbentuk seperti awan terlihat di atas angkasa Rumania, seminggu setelah formasi yang sama terjadi di Moskow.

Jika dilihat dari kejauhan awan berbentuk cakram yang diuraikan oleh sebuah cincin cahaya matahari, tampak mirip sebuah kapal alien.

Ahli meteorologi menjelaskan bahwa fenomena disaksikan di Moskow hanyalah sebuah efek optik yang dihasilkan oleh kondisi cuaca yang langka. Akan tetapi rekaman terbaru yang diambil pada akhir pekan lalu itu cukup membuat takjub.

"Mengapa aku tidak pernah melihat awan yang terlihat seperti itu. Sekarang kita mendapat dua, dalam hitungan minggu di tempat yang berbeda," tulis salah satu user dari situs berbagi video, Live Leak, tempat di mana klip pertama kali diposting.

Lainnya berspekulasi bahwa formasi kembar itu menjadi membawa berita akan sebuah invasi alien.

Kedua klip di Rumania dan Moskow muncul dan menunjukkan formasi yang dikenal dengan nama "fallstreak hole." Ini terjadi ketika uap air di udara mendingin di bawah 0 derajat C tetapi tidak mampu berubah menjadi es.

Sementara sebagian besar air super dingin tetap tergantung di langit, cincin es yang terbentuk dan turun ke bumi, meninggalkan berbentuk lubang donat di lapisan awan.

Efek terang yang terlihat dalam gambar video di Rusia dan Rumania disebabkan oleh matahari yang rendah dilangit.